Pimpinan Komisi X DPR Khawatir Program Pendidikan Militer Kemenhan Bebani Mahasiswa

Selasa, 18 Agustus 2020 13:19 Reporter : Bachtiarudin Alam
Pimpinan Komisi X DPR Khawatir Program Pendidikan Militer Kemenhan Bebani Mahasiswa Bela Negara. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi X DPR, Dede Yusuf Macan Effendi menilai Program Pendidikan Militer untuk mahasiswa yang akan dicanangkan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) harus dikaji kembali. Karena, ia khawatir bilamana program tersebut membebankan mahasiswa.

"Karena kalau semua kementerian membuat program dengan mahasiswa. Saya khawatir nanti jurusan yang dikejar mahasiswa menjadi tidak lagi maksimal. Apalagi kita ini sedang ingin melakukan perubahan di dunia pendidikan," katanya saat dihubungi merdeka.com, Selasa (18/8).

Apalagi, Dede menjelaskan saat ini Komisi X sedang bekerjasama dengan Kemendikbud mengembangkan pendidikan di Indonesia, seperti program belajar Pancasila, merdeka belajar, termasuk pengabdian kepada masyarakat langsung yang semua membuat para mahasiswa cukup padat kegiatannya.

"Bayangkan dari 8 semester anak ini sudah menghabiskan 5-6 semester kegiatan-kegiatan tadi, yang mempersiapkan dia untuk di dunia kerja, termasuk pendidikan pancasila untuk karakter. Nah kalau ditambah pendidikan militer tadi selama satu semester, saya khawatir daya tahan anak tak akan kuat," tuturnya.

Oleh sebab itu, Politisi Demokrat tersebut menyarankan agar program pendidikan militer dimasukan ke dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seperti Menwa atau Pramuka. Alasannya kedua kegiatan tersebut dinilai sama tujuannya dengan program pendidikan militer yang dicanangkan Kemenhan.

"Saya mengusulkan sebaiknya program ini dijadikan ekskul wajib, atau masuk dalam UKM wajib yang satu semester wajib dilakukan oleh mahasiswa baru bisa melalui pramuka atau menwa yang sudah ada di kampus. Dengan sifat disiplin agak semi militer dan ada bela negaranya atau patriotisme yang kuat, tanpa harus mereka masuk ikut pelatihan di barak militer," ujarnya.

"Karena UKM itu kan kegiatannya tidak setiap hari, bila program itu satu semester harus full ikut saya kira kurang tepat. Walau saya sebenarnya setuju dengan konsep bela negara, tetapi caranya yang harus disesuaikan. Karena bila dilakukan tetap di kampus anak-anak itu akan merasa tetap bagian dari kampus sebagai seorang mahasiswa," tambah Dede.

Baca Selanjutnya: Pada pemberitaan sebelumnya Kementerian Pertahanan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini