Pilot Sukhoi matikan tanda bahaya di pesawat

Selasa, 18 Desember 2012 13:19 Reporter : Muhammad Mirza Harera
Sukhoi Jatuh. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Dari hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), pilot Sukhoi Superjet 100 Aleksander Nikolaevich Yablonstsev mematikan Terrain Awareness Warning System (TAWS) dalam pesawat tersebut. TAWS merupakan alat peringatan untuk instrumen penerbangan sebagai tanda bahaya pesawat.

"Dari hasil penyelidikan kami, diketahui pilot mematikan TAWS pesawat itu," ujar Ketua KNKT Tatang Kurniadi saat jumpa pers di kantornya, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (18/12).

Tatang mengatakan kecelakaan pesawat akibat kelalaian pilot itu menjadi sebuah pelajaran bagi pilot yang melakukan penerbangan riang (joy flight). "Memang demo flight karakter yang sama akan menunjukkan kelebihan dari pesawat itu dan memang pilot yang berpengalaman akan menunjukkan dari parameter pesawat yang aman dan dia juga menunjukkan ketidakamanan," kata Tatang.

Menurut Tatang, sesuai dengan prosedur yang benar, seharusnya penerbangan seperti itu harus menyiapkan data penumpang dan peta daerah yang lengkap.

Sebelumnya, KNKT merilis penyebab jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 pada 9 Mei 2012 lalu. Dari hasil investigasi KNKT, penyebab jatuhnya pesawat Rusia itu akibat kelalaian pilot.

Saat itu pilot Aleksander Nikolaevich Yablonstsev sudah mendapat peringatan dari menara kontrol Halim Perdanakusuma saat melintas di atas Gunung Salak.

"Sudah ada peringatan dari Halim, tapi tidak dihiraukan oleh pilot," ujar Ketua KNKT Tatang Kurniadi saat jumpa pers di kantornya, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (18/12). [ded]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.