Pilkada Diprediksi Jadi Ajang Pertarungan Ide Perangi Covid-19

Selasa, 14 Juli 2020 19:55 Reporter : Fikri Faqih
Pilkada Diprediksi Jadi Ajang Pertarungan Ide Perangi Covid-19 Rapat paripurna pengesahan Perppu Pilkada menjadi UU. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menilai, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 sebagai momen penting para calon Kepala Daerah untuk beradu ide, gagasan terhadap pandemik Covid-19. Para kandidat bisa menawarkan pemikiran, mengkreasi maupun melaksanakan ide-ide yang brilian dalam memberantas Covid-19 di wilayah masing-masing.

"Bagi kepala daerah petahana yang kembali berjuang mempertahankan kursi, Pilkada juga akan menjadi ujian nyata mereka untuk all-out mengendalikan dan menghentikan penularan Covid-19 dan dampak sosial ekonomi di daerahnya," katanya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (14/7).

Di sisi lain, dia menambahkan, kontestan non-petahana pun bisa secara maksimal menyampaikan gagasan mereka yang paling efektif, menunjukkan komitmen tinggi untuk mengatasi persoalan Covid-19. Diketahui, pandemi ini kian menggerogoti setiap sendi kehidupan masyarakat, bahkan di kala mereka belum menjadi pemimpin secara legal.

Justru dengan ujian paling riil itu, kata Tito, setiap kandidat benar-benar bisa memikirkan, mengkreasi dan melaksanakan ide-ide paling brilian yang mereka bisa untuk seefektif mungkin memberantas Covid-19 di daerahnya.

"Di lain pihak, masyarakat pemilih pun akan melihat dengan nyata, siapa calon yang paling punya komitmen, paling peduli dan paling gigih memperjuangkan nasib mereka dalam penanganan Covid-19," ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Akmal Malik mengatakan, proses pelaksanaan Pilkada di masa pandemi juga akan menegaskan siapa sesungguhnya pemimpin yang tak hanya paling cerdas dan kreatif, melainkan juga penuh tanggung jawab. Pasalnya, selama proses Pilkada—terutama kampanye, mereka harus selalu mematuhi protokol jaga jarak dan menghindari kerumunan sosial. Kontestan yang nota bene calon pemimpin itu pun harus bisa mengendalikan massa pemilih.

"Khalayak bisa melihat, mana kontestan yang bisa mengumpulkan tatap muka terbatas dengan jaga jarak dan tidak ada konvoi-konvoi yang kurang penting, mana yang tak mampu mengendalikan massa pemilih sehingga terjadi pengumpulan massa yg tidak bisa jaga jarak dan tidak pakai masker, kan semuanya menjadi bahan pertimbangan rakyat untuk memilih," terangnya.

Baca Selanjutnya: Pemimpin Teruji...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini