Pijat di Bali, ABG Australia nyaris diperkosa terapis cowok

Selasa, 24 Mei 2016 00:07 Reporter : Gede Nadi Jaya
Pijat di Bali, ABG Australia nyaris diperkosa terapis cowok Ilustrasi Pelecehan Seksual. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Didampingi oleh ibunya, RM (13) remaja asal Australia mengadukan aksi pencabulan tenaga terapis di Damen Massage Legian, Kuta Bali Senin (23/5).

Atas laporan tersebut, informasi dari sumber kepolisian di Polsek Kuta mengaku langsung menjemput tenaga terapis yang berinisial And (48) ditempatnya bekerja di Jalan Lebak Bene Legian Kuta, Kabupaten Badung, sore tadi sekitar pukul 18.00 Wita.

Informasinya siang tadi korban datang bersama orangtuanya. Sang ibu berinisial S (32) langsung mencari terapis perempuan untuk menanganinya. Lantaran hanya tersisa tenaga terapis pria, terpaksa diiyakan dengan ruangan yang berbeda.

Masih dari keterangan anggota ini, awalnya, pemilik passport nomor PA4287134 ini dipijat pada bagian kaki. Namun selang beberapa menit kemudian, pelaku mulai menggerayangi area vital korban. Bahkan, beberapa kali pelaku memijat pantat bocah itu.

"Pelaku melihat korban sepertinya langsung birahi. Setelah itu pelaku menarik celana korban," ungkap seorang sumber di kepolisian.

Anehnya korban saat dipeloroti sempat tidak ada reaksi. Dalam keadaan posisi korban yang tidur tengkurap dimanfaatkan oleh pelaku. Setelah menarik celana korban, ia berusaha memasukkan alat vitalnya ke anus korban.

"Saat akan dimasukkan benda tumpul itu, barulah korban tersadar dan berteriak sambil berlari mencari ibunya," tutur sumber ini.

Kedua orang tua korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Makopolsek Kuta dengan nomor laporan; LP/111/V/Bali Resta Denpasar/Sektor Kuta. Kapolsek Kuta, Kompol I Wayan Sumara, membenarkan perihal aksi pencabulan yang dilakukan oleh terapis pria tersebut.

Bahkan, usai menerima laporan dari orang tua korban, anggotanya langsung dikerahkan ke lokasi kejadian untuk mencari bukti-bukti. Hanya saja, ia enggan menjelaskan lebih rinci perihal penangkapan pelaku.

"Besok sajalah kita rilis kasusnya, biar sekalian. Benar ada kasus itu, besok saja ya," tutupnya. [tyo]

Topik berita Terkait:
  1. Pemerkosaan Anak
  2. Pemerkosaan
  3. Denpasar
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini