Pidato Upacara HUT RI, Mendikbud Sebut Sistem Zonasi Upaya Membangun SDM Unggul

Sabtu, 17 Agustus 2019 09:09 Reporter : Merdeka
Pidato Upacara HUT RI, Mendikbud Sebut Sistem Zonasi Upaya Membangun SDM Unggul Mendikbud Muhadjir Effendy. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy menyatakan, sistem zonasi merupakan kebijakan reformasi paradigma pendidikan dengan menyesuaikan perkembangan zaman. Hal itu disampaikan saat berpidato di Upacara Peringatan HUT ke-74 RI, Sabtu (17/8).

"Reformasi pendidikan tersebut harus dilakukan melalui sistem zonasi. Kebijakan zonasi pendidikan diperlukan sebagai langkah awal untuk pemerataan pendidikan yang adil dan berkualitas," kata Effendy di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Effendy mengutip isi pidato Presiden Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR-RI, 16 Agustus 2019. Dia setuju dengan keinginan Jokowi agar sumber daya manusia Indonesia harus disiapkan menjadi pribadi unggul.

"Membangun manusia Indonesia adalah investasi kita untuk menghadapi masa depan dan melapangkan jalan menuju Indonesia maju. Kita siapkan manusia Indonesia menjadi manusia unggul sejak dalam kandungan sampai tumbuh mandiri" kata Effendy

Effendy mengatakan, isi pidato Presiden juga mengisyaratkan pembangunan sumber daya manusia Indonesia harus dimulai melalui penyediaan akses pendidikan yang merata, berkeadilan, berkualitas, inklusif dan berkesetaraan.

Dalam rangka mendukung pembangunan tersebut, menurutnya, perlu adanya reformasi pendidikan. Salah satunya dengan kebijakan zonasi.

Dengan adanya sistem zonasi, pendidikan yang berkualitas tidak hanya bisa didapatkan di kota-kota besar, tetapi juga di daerah, bahkan di wilayah terdepan, terluar, dan tertingal (3T). Hal tersebut sejalan dengan visi Nawacita Presiden Jokowi yaitu "Membangun dari Pinggiran".

"Kebijakan zonasi bukan berhenti pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) saja melainkan akan meliputi penataan dan pemerataan guru, pemerataan infrastruktur, berbagi sumber daya, pengintegrasian pendidikan formal dan non-formal, serta penataan ekosistem pendidikan," ujar dia.

Selain itu, masih kata Effendy reformasi pendidikan, untuk pembangunan sumber daya manusia Indonesia, juga berfokus pada pembangunan karakter dan melalui pemajuan kebudayaan.

"Pembangunan karakter bangsa dilakukan dengan menguatkan pendidikan yang berfondasikan pada nilai-nilai Pancasila dan budi
pekerti di seluruh ekosistem pendidikan. Nilai-nilai Pancasila harus dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari," papar dia.

Menurut dia, untuk mewujudkan dibutuhkan kolaborasi dan keterlibatan aktif tripusat pendidikan yang meliputi keluarga, sekolah dan masyarakat.

"Ketiga komponen tersebut merupakan satu kesatuan dalam ekosistem pendidikan," tutup dia.

Reporter: Ady Anugrahadi [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini