Pidato Eksisnya Komunisme yang Tak Diakui Prabowo

Senin, 25 November 2019 12:22 Reporter : Merdeka
Pidato Eksisnya Komunisme yang Tak Diakui Prabowo Prabowo bertemu Menhan Malaysia. ©2019 dok.Menhan

Merdeka.com - Pidato atas nama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menuai kontroversi. Sebab, pidato tertulis Prabowo tentang komunisme yang dibacakan Rektor Universitas Pertahanan, Letnan Jenderal TNI Tri Legionosuko, pada akhir pekan lalu, tidak diakui.

Bermula ketika bedah buku dan diskusi panel buku bertajuk PKI Dalang dan Pelaku Kudeta G30S/65 di Gedung Lembaga Ketahanan Nasional, pada Sabtu (23/11). Saat itu Rektor Universitas Pertahanan, Letnan Jenderal TNI Tri Legionosuko meminta segenap elemen bangsa tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya laten komunis. Sebab beberapa negara penganut ideologi komunis masih eksis di dunia.

Dia menyebut itu sebagai pesan Prabowo melalui pidato tertulis yang dibacakannya.

"Ideologi komunis dan gerakan komunisme di Indonesia patut diduga masih eksis. Kita harus selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya laten komunis," ujar Tri membacakan pidato Prabowo seperti dikutip dari Antara.

Dalam pidato itu juga disampaikan, setelah runtuhnya Uni Soviet sebagai negara komunis bersumber, serta berakhirnya era Perang Dingin, tidak berarti komunisme turut runtuh.

Beberapa negara yang menganut ideologi komunis masih eksis. Dicontohkan, RRC serta Kuba. Bagi bangsa Indonesia, komunisme telah menorehkan lembaran hitam dalam perjalanan sejarah bangsa, karena secara nyata telah terbukti beberapa kali berupaya merobohkan kekuasaan Republik Indonesia yang sah.

1 dari 1 halaman

Pidato yang Dibantah

Pidato Prabowo yang dibacakan itu ternyata dibantah oleh Staf khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antarlembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak. Menurut Dahnil, Prabowo justru tidak mengetahui soal pidato yang dibacakan Rektor Universitas Pertahanan tentang Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Terkait dengan pidato yang disampaikan Rektor Unhan, Pak Prabowo tidak tahu menahu terkait dengan isi pidato tersebut. Pak Menteri Pertahanan tidak dikonfirmasi terkait isi pidato tersebut," kata Dahnil saat dikonfirmasi, Senin (25/11).

Menurutnya, ideologi apa pun yang mengancam Pancasila harus dilawan, dan siapa pun yang mengancam ideologi Pancasila adalah ancaman serius bagi negara.

"Dan, Pak Prabowo mendorong sekolah-sekolah terus diajarkan dengan intensif ideologi bangsa kita yakni Pancasila. Dan semaksimal mungkin untuk mereduksi dendam sejarah, kita harus bergerak maju memikirkan kemajuan bersama," pungkasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com [noe]

Baca juga:
Prabowo Dinilai Tepat Isi Posisi Menhan, Nadiem Makarim Masih Diragukan
Prabowo Tertarik Kerja Sama Rudal dan Radar dengan Swedia Usai Bertemu Dubes
Jokowi Ingatkan Menhan Prabowo, Pengadaan Alutsista Jangan Hanya Sekadar Proyek
Jokowi Pesan ke Prabowo: Jangan Beli Alutsista dengan Teknologi Usang
Caleg Partai Gerindra yang Dipecat Doakan Prabowo Sehat dan Amanah jadi Menhan
Menhan Prabowo Terima Kunjungan Menhan Ghana Bahas Kerja Sama Pertahanan

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini