Petugas Pos Penyekatan PPKM Darurat di Mataram Temukan 69 Orang Reaktif Covid-19

Kamis, 22 Juli 2021 22:30 Reporter : Yan Muhardiansyah
Petugas Pos Penyekatan PPKM Darurat di Mataram Temukan 69 Orang Reaktif Covid-19 Tenaga kesehatan melakukan tes cepat antigen kepada warga di pos penyekatan PPKM Darurat Kota Mataram, Selasa (20/7). ©ANTARA/HO-Polda NTB

Merdeka.com - Petugas gabungan pada pos penyekatan pada penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di empat pintu masuk Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) menemukan sebanyak 69 orang reaktif Covid-19.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto menjelaskan, jumlah 69 warga reaktif Covid-19 itu merupakan hasil rekapitulasi data tes cepat antigen. Pemeriksaan dilakukan acak selama sembilan hari penyekatan. "Terhitung sejak Kota Mataram menerapkan PPKM Darurat pada Senin 12 Juli 2021," kata Artanto.

Dalam periode sembilan hari hingga Selasa (20/7), petugas pos penyekatan melakukan tes cepat antigen secara acak kepada 1.756 orang. Dari jumlah itu, 69 orang ditemukan reaktif Covid-19. "Sedangkan sisanya, dengan jumlah 1.687 orang, hasil tes cepat antigennya dinyatakan negatif," ujarnya.

Polda NTB juga mencatat 4.456 kendaraan dari dalam maupun luar Kota Mataram diperintahkan untuk putar balik di pos penyekatan. Selain tidak memiliki alasan yang urgen, ada pengendara yang tidak mengantongi surat keterangan vaksinasi Covid-19.

Artanto merinci, 4.456 kendaraan yang diminta putar balik itu terdiri dari 3.062 kendaraan roda dua, 934 kendaraan roda empat, 205 bus, dan 245 minibus.

Sementara itu, jumlah kendaraan yang diperiksa mencapai 31.857 unit. Dari jumlah itu tercatat ada 24.014 orang yang membawa surat keterangan vaksinasi Covid-19.

Ke depan, lanjut Artanto, anggota Polri akan lebih fokus melaksanakan tugas pengawasan dan memperketat protokol kesehatan di setiap pos penyekatan. "Jadi siapa pun yang tidak mengenakan masker saat melintasi pos penyekatan, maka dengan terpaksa kami akan meminta mereka putar balik kendaraan dan melakukan swab di tempat," ujarnya seperti dilansir Antara.

Empat lokasi pos penyekatan yang menjadi jalur keluar masuk Kota Mataram berada di Bundaran Tugu Mataram Metro yang lokasinya di sebelah selatan Kota Mataram. Jalur bypass itu merupakan jalur alternatif para pengendara dari Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, maupun Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Kabupaten Lombok Tengah.

Lokasi lainnya berada di sebelah utara, yakni di Jalan Saleh Sungkar, depan Makam Bintaro, Kecamatan Ampenan, yang menjadi jalur alternatif menuju kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat.

Selanjutnya, lokasi ketiga berada di bagian timur Kota Mataram, yakni di Jalan Ahmad Yani, dekat dengan eks pusat perbelanjaan Lombok City Center (LCC). Jalur itu merupakan arus utama untuk transportasi darat menuju Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur.

Lokasi keempat berada di Jalan TGH Lopan, yakni di wilayah Dasan Cermen yang menjadi jalur perbatasan Kota Mataram dengan Kabupaten Lombok Barat.

Dalam pengawasannya, polisi menjalankan tugas bersama seluruh instansi yang terkait dalam penanganan Covid-19, di antaranya dari TNI, Dinas Kesehatan, Satpol PP, BPBD, dan Dinas Perhubungan. [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini