Petugas Bandara Adisutjipto Gagalkan Penyelundupan 7.040 Ekor Kuda Laut Kering

Kamis, 28 Maret 2019 07:03 Reporter : Purnomo Edi
Petugas Bandara Adisutjipto Gagalkan Penyelundupan 7.040 Ekor Kuda Laut Kering penyelundupan ribuan kuda laut digagalkan. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Otoritas keamanan Bandara Adisutjipto Yogyakarta menggagalkan penyelundupan 7.040 ekor kuda laut kering, Rabu (28/3). Ribuan kuda laut kering ini coba diselundupkan oleh seorang penumpang berinisial LB (38) ke Bangkok, Thailand.

Menggunakan dua kardus berukuran besar, LB coba menyelundupkan ribuan kuda laut kering ini melalui penerbangan Air Asia AK347 rute Yogyakarta-Kuala Lumpur-Bangkok Don Mueang.

General Manager Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama mengatakan, petugas bandara curiga dengan dua kardus yang dibawa oleh LB. Masing-masing kardus saat itu berbobot 14 kg dan 12 kg dan dibawa ke terminal B.

Curiga dengan bawaan LB, petugas kemudian melakukan koordinasi untuk melakukan pengecekan. Setelah diperiksa melalui mesin X-Ray, didapati kardus yang dibawa pelaku berisi kuda laut kering tanpa surat resmi dari kantor karantina ikan.

"Penemuan ini telah dilakukan pemeriksaan sesuai prosedur oleh Petugas Airport Security dan dikoordinasikan dengan petugas karantina," kata Pandu dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/3).

Dia menerangkan, dari pihak karantina menetapkan ribuan kuda laut kering itu tidak diizinkan untuk diangkut. Pengangkutan ribuan kuda laut kering ini melanggar Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

"Ini merupakan bentuk tindak lanjut dari penandatanganan LoCA, 19 Maret 2019 waktu lalu mengenai pemeriksaan lalu lintas ikan di Bandara Internasional Adisutjipto," jelasnya.

Pandu mengungkapkan, pihaknya akan terus melakukan monitoring kepada setiap penumpang maupun barang yang melalui bandara. Harapannya ke depan upaya penanggulangan, pencegahan bisa dilakukan untuk mengurangi kerugian negara.

"Diharapkan ini menjadi langkah yang baik ke depannya untuk menanggulangi, mencegah hingga mampu mengurangi tindakan yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku dan tentunya dapat merugikan negara, bahkan mengancam keamanan penerbangan khususnya di Bandara Adisutjipto Yogyakarta," tegasnya.

Dia menambahkan barang bukti ribuan kuda laut kering ini telah diserahkan ke Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Yogyakarta. Kasus ini akan ditangani lebih lanjut oleh pihak yang berwenang. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. Penyelundupan Binatang
  2. Yogyakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini