Petinggi BPJS TK Resmi Dilaporkan Dugaan Pelecehan Seksual ke Bareskrim

Kamis, 3 Januari 2019 15:41 Reporter : Merdeka
Petinggi BPJS TK Resmi Dilaporkan Dugaan Pelecehan Seksual ke Bareskrim RA yang mengaku Diperkosa Eks Dewan Pengawas BPJS TK. ©Liputan6.com/nafiez rambu rabbani

Merdeka.com - Seorang pegawai kontrak di Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) berinisial RA (27) hari ini kembali mendatangi Bareskrim Polri. Wanita muda itu resmi melaporkan mantan atasannya berinisial SAB.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh pengacaranya, Heribertus S Hartono. Laporan tersebut termuat dalam surat laporan polisi dengan nomor: LP/B/0006/I/2019/Bareskrim, tanggal 3 Januari 2019.

"Secara resmi tadi kami laporkan. Inisial yang dilaporkan SAB. Kemarin kan konsul, pasal mana yang dijadikan rujukan. Sekarang sudah resmi," ucap Heribertus di Jakarta, Kamis (3/1/2019).

Dia pun mengungkapkan sudah menyertakan bukti awal. Di antaranya, keterangan saksi dan salinan percakapan antara RA dan SAB.

"Kita ada saksi, ada chat WhatsApp, dan ada dokumen-dokumen," ungkap Heribertus.

Dia menjelaskan, sejauh ini pihaknya belum menerima ancaman dari siapapun. Termasuk diduga pelaku. "Kami harapkan tidak perlu. Karena kami sudah mengambil upaya hukum," tutur Heribertus.

Adapun, menurut dia, baru melaporkan tersebut, lantaran sudah mengadu kepada para pimpinan yang lain. Dan beranggapan kasus ini selesai.

"Korban sudah memaafkan waktu awal dan sudah melaporkan kepada pimpinan-pimpinan yang lain. Akan tetapi tidak dilanjuti secara tepat, mungkin. Sehingga ini bergulir terus, akhirnya korban tidak tahan. Malah korban di PHK sejak 25 Desember 2018," jelas Heribertus.

Di sisi lain, soal kabar SAB akan melaporkan baik, menurut dia menghormati hak tersebut. "Silahkan. Itu hak beliau, kami menghormati. RA ini kan sudah melakukan upaya hukum," kata Heribertus.

Dia menegaskan, diduga SAB melanggar pasal 294 Ayat 2 KUHP, yakni yang mengatur mengenai perbuatan cabul di lingkungan kerja/institusi.

"Perbuatan cabul itu apa? Silakan coba kalian buka masing-masing. Jelas di situ," jelas Heribertus.

Dia pun membuka peluang jika kasus ini bisa diselesaikan secara jalur kekeluargaan. Namun, semuanya tergantung dari proses yang akan berjalan nantinya.

"Kita lihat. Karena masalah ini adalah kesusilaan. Lebih dari kesubyektifitas masing-masing. Nanti kita lihat, apakah ada titik temu. Kita lihat perjalanannya, ini kan bukan absolut," pungkasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber: Liputan6.com [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini