Petinggi Adhi Karya suap duit miliaran untuk proyek Hambalang

Jumat, 3 Januari 2014 20:36 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Petinggi Adhi Karya suap duit miliaran untuk proyek Hambalang hambalang. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap cara kotor PT Adhi Karya dalam memenangkan pekerjaan jasa konstruksi proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Terkuak fakta perusahaan pelat merah di bidang konstruksi itu menghamburkan uang miliaran buat menyogok para pejabat di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta DPR supaya dimenangkan dan meningkatkan anggaran dalam proyek itu.

Kepala Divisi I PT Adhi Karya Djoko Prabowo, mengaku tahu soal pengeluaran uang pelicin dari perusahaan tempat dia bekerja buat memuluskan proses lelang proyek Hambalang. Menurut dia, Rp 6 miliar digelontorkan buat menyogok sejumlah pejabat dan politikus di DPR.

"Komitmen proyek dari Adhi Karya yang saya keluarkan totalnya ada Rp 6 miliar," kata Djoko saat bersaksi dalam sidang terdakwa Deddy Kusdinar, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (3/1).

Djoko mengatakan, duit dari Adhi Karya itu diberikan ke pengusaha Saul Paulus David Nelwan alias Paul Nelwan, melalui Komisaris PT Metaphora Solusi Global, Muhammad Arifin.

Sementara itu, Manajer Pemasaran Divisi Konstruksi I PT Adhi Karya, Muhammad Arief Taufiqurrahman, mengaku pernah diminta oleh Deddy memberikan jatah komisi pelicin bagi para pejabat Kemenpora dan anggota DPR sebesar 18 persen. Bahkan menurut dia, pembagian uang itu sudah dijatah dan diatur dengan kode masing-masing.

Menurut Arief, pada akhirnya total keseluruhan dana digelontorkan Adhi Karya buat memuluskan proyek itu mencapai Rp 12 miliar. Ketika ditanya oleh Jaksa Kiki Ahmad Yani, dia membenarkan duit itu sudah diganti oleh kerja Sama Operasi Adhi Karya-Wijaya Karya.

Lantas, pegawai PT Wijaya Karya Harangan Parnaungan Sianipar, mengatakan perusahaannya sempat menerima Rp 30 miliar dalam proyek itu. Tetapi uang itu cuma pinjaman dari Kerja Sama Operasi ke anggota (member) dan sudah dikembalikan seluruhnya.

Hal itu dibenarkan oleh Manajer Proyek KSO Adhi Karya-Wijaya Karya P3SON Hambalang, Purwadi Hendro Pratomo. "Pada periode sekitar Februari 2011 ada cicilan dari masing-masing member. Kurang lebih April 2011 lunas," kata Purwadi.

Baca juga:
Adhi Karya

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Hambalang
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini