Petani Kendeng Temui Moeldoko, Tagih Janji Lindungi Pegunungan Kendeng

Selasa, 19 November 2019 13:11 Reporter : Supriatin
Petani Kendeng Temui Moeldoko, Tagih Janji Lindungi Pegunungan Kendeng Petani Kendeng temui Moeldoko. ©2019 Merdeka.com/Supriatin

Merdeka.com - Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) mendatangi Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Mereka menagih janji Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menjalankan rekomendasi-rekomendasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Pegunungan Kendeng yang sudah diperintahkan Presiden Joko Widodo.

"Membicarakan tentang tindak lanjut KLHS. Jadi KLHS ini kan perintah pak Jokowi untuk menjawab konflik panjang tentang Kendeng," kata Ketua JMPPK, Gun Retno di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (19/11).

Pada tanggal 2 Agustus 2016 lalu, Presiden Jokowi memberi mandat KSP sebagai koordinator antara Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan (KLHK), Kementerian BUMN, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk melakukan KLHS di Kendeng utara. Namun, hingga saat ini KLHS belum menjadi landasan perlindungan kawasan tersebut.

"Kami juga sudah menyampaikan dari awal, KLHS harus dijadikan pijakan untuk menentukan peruntukan arah suatu kawasan tapi untuk sementara Kendeng masih ditetapkan sebagai calon tambang. Padahal di KLHS, rekomendasinya itu tidak boleh ada keluar izin baru," jelasnya.

1 dari 1 halaman

KLHS Perintah UU

Gun Retno mengingatkan, KLHS merupakan perintah UU Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. KLHS harus dilaksanakan oleh pemerintah pusat dan daerah untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan.

"Kayaknya kami merasa ini ada pembiaran gitu. Maka kami sampaikan kepada pak Moeldoko, gimana ini negara kita kalau pengrusakan ini terus dibiarkan. Ini harus ada tindakan tegas," kata dia.

Sementara Moeldoko belum memberikan jawaban pasti atas desakan JMPPK. Moeldoko mengaku akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan KLHK, BUMN dan ESDM untuk menindaklanjuti pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan pihak tertentu di Pegunungan Kendeng.

"Dia (Moeldoko) akan komunikasi dengan KLHK dan lainnya untuk menindaklanjuti pelanggaran-pelanggaran itu," jelas Gun Retno.

"Kalau pun ini tidak selesai-selesai ya Kendeng akan tetep terus bertanya. Mungkin akan bertanya langsung pada Pak Jokowi juga," tutupnya. [ray]

Baca juga:
Jelang Hari Kartini, Rahayu Saraswati Kagumi Perjuangan 'Kartini Kendeng'
Geruduk Istana Negara, petani Kendeng bawa hasil bumi
YLBHI heran Jokowi hanya diam atas semua pelanggaran menohok di Pabrik Semen Kendeng
Sudah setahun Bu Patmi meninggal, izin pabrik Semen Kendeng tak kunjung dihentikan
BNN gerebek pabrik rumahan produksi 7.000 ekstasi per hari

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini