Pesona air terjun tujuh tingkat di Bukit Kuta Malaka

Jumat, 3 April 2015 11:03 Reporter : Afif
Pesona air terjun tujuh tingkat di Bukit Kuta Malaka Kuta Malaka. ©2015 merdeka.com/afifuddin acal

Merdeka.com - Angin sepoi-sepoi menghembus pelan di atas puncak bukit Kuta Malaka. Suara gemerisik daun, kicauan burung dan semilir angin semakin menyejukkan dan menentramkan jiwa siapa pun yang berada di sana.

Keindahan alam yang tersembunyi di balik gugus Bukit Barisan di Kabupaten Aceh Besar menyimpan pemandangan yang menyegarkan mata. Ditambah lagi dengan aroma khas udara di puncak bukit Kuta Malaka menyegarkan pernapasan.

Bukit Kuta Malaka memang bak surga alam yang singgah di bumi. Siapa pun yang melihatnya terpaku dan takjub dengan ciptaan Tuhan Alam. Apalagi saat menikmati percikan sejuk air terjun yang bertingkat-tingkat di kawasan itu.

Kuta Malaka ini terletak di kawasan Samahani, Kecamatan Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Jarak tempuh menuju Kuta Malaka memang tergolong jauh bila berangkat dari Banda Aceh. Jaraknya sekitar 40 kilometer dari Banda Aceh. Kemudian masuk ke arah Kuta Malaka dengan jarak sekitar 5 kilometer.

Untuk masuk ke arah Kuta Malaka, sepeda motor atau mobil dua gardan cocok bila musim hujan. Tetapi bila musim kemarau, menggunakan mobil Avanza pun bisa melintasi jalan menuju Kuta Malaka yang sedang di buka.

Bukit Kuta Malaka terkenal setelah Aceh damai. Di masa konflik, Kuta Malaka menjadi basis Gerakan Aceh Merdeka (GAM), sehingga tidak ada yang menjadikan tempat ini lokasi wisata, meskipun menyimpan banyak potensi dan pemandangan

Setelah konflik usai, Kuta Malaka di bawah kepemimpinan Bupati Muhklis Basyah mulai membangun kawasan ini. Sebelumnya hanya ada jalan setapak, kini objek wisata andalan Kabupaten Aceh Besar itu sudah mulai dilakukan pelebaran jalan, sehingga bisa dilintasi kendaraan roda empat.

Berangkat dari Banda Aceh menuju Samahani mulanya memang jalan mulus, karena sudah beraspal hot mix, maklum ini merupakan jalan lintasan Banda Aceh.

Namun saat memasuki jalan menuju Kuta Malaka, awal mulanya masih beraspal, lebar jalanan pun hanya 3 meter. Tetap harus berhati-hati, karena ada banyak lubang di sepanjang 1 kilometer jalan kampung.

Memasuki kaki bukit Kuta Malaka, pemandangan mulai menakjubkan. Selain memiliki pemandangan alam yang indah. Ada juga perkebunan warga yang tertata rapi. Baik tanaman coklat, rambutan hingga ada kayu jati ditanam dengan rapi.

Memasuki puncak bukit Kuta Malaka, setelah melewati pintu gerbang setinggi 5 meter dengan lebar 4,5 meter. Mulai lah untuk berhati-hati mengendarai kendaraan karena jalan menuju puncak yang terdapat air terjun sedang dibangun dan diperlebar menggunakan alat berat.

Kalau musim hujan, tentunya sulit untuk dilintasi, karena jalan masih berupa tanah liat belum dilakukan pengerasan. Tetapi bila musim kemarau, kendaraan bisa melaju dengan kecepatan 30-40 kilometer/jam.

Sepanjang jalan menuju puncak harus terlebih dahulu melewati 4 anak sungai yang terhubung langsung dengan air terjun yang berada di puncak. Anak sungai yang dilintasi ini kedalaman antara 30 – 60 centimeter, tentunya mudah dilintasi kendaraan roda dua dan empat.

Namun, tidak perlu khawatir, perjuangan panjang dan melelahkan untuk bisa sampai ke puncak bukit Kuta Malaka terobati dengan suguhan pemandangan alam yang indah. Semua kelelahan dan kekhawatiran sirna dengan suguhan surga alam dunia

Memasuki puncak bukit Kuta Malaka, sudah ada petugas yang berjaga-jaga di sana. Agar bisa menikmati keindahan alam Kuta Malaka, hanya merogoh kocek Rp 10.000 per orang. Kemudian bebas menikmatinya sampai puas, baik menikmati panorama alam maupun kesejukan air terjun.

Selain infrastruktur jalan yang sedang dibangun. Ada juga beberapa bangunan yang sudah dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Baik fasilitas tempat ibadah, toilet maupun cafetaria serta sejumlah fasilitas lainnya.

Semua fasilitas ini belum semuanya berfungsi. Hanya saja yang sudah difungsikan adalah tempat ibadah dan juga tempat wudu. Selebihnya masih sedang dalam pembangunan.

Setiba di puncak, jangan lupa menoleh ke sisi kanan ada satu pos dan di sampingnya ada tangga. Melalui jalur itu lah masuk untuk menuju lokasi air terjun dengan jarak lebih kurang 200 meter turun ke bawah.

Jalur menuju ke tempat air terjun memang sudah dibangun tangga dari beton sebanyak 412 anak tangga. Sepanjang jalur menuju air terjun, disungguhkan dengan pemandangan pepohonan yang rindang. Sesekali terlihat ada aneka burung terbang dan hingga di antara dahan dan dedaunan pohon.

Di balik celah dedaunan terlihat jelas cahaya matahari masuk. Saat angin berhembus, dedaunan bergoyang lalu diiringi dengan masuknya cahaya bak lampu disko sedang berkedap-kedip.

Air terjun di Kuta Malaka memang bertingkat-tingkat yang dialiri dari pegunungan yang jernih dan dingin. Kejernihannya hingga membuat dasar telaga dapat terlihat jelas dari permukaan.

Air terjun Kuta Malaka memiliki 7 tingkat hingga ke puncak pegunungan. Setiap tingkatan ketinggiannya antara 2-5 meter. Tentunya setiap tingkatan ada air telaga di bawahnya yang biasanya digunakan pengunjung untuk mandi. Lebar telaga di setiap tingkatan antara 200 – 300 centimeter dengan kedalaman rata-rata 100 centimeter

Keindahan Kuta Malaka terusik dengan adanya pengunjung yang nakal membuang sampah sembarangan. Padahal di beberapa sudut ada papan larangan membuang sampah sembarangan. Ada pula tong sampah yang disediakan, namun tetap saja masih ada pengunjung yang nakal.

"Sayang ya masih ada yang membuat sampah sembarangan, semestinya harus sama-sama menjaga kebersihan alam yang indah ini," kata Direktur Travel Guide Aceh Adventure, Faisal Amin Usman beberapa hari lalu. [efd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini