Perusahaan Penyalur TKI Ilegal Dibongkar, Dirut dan Karyawan jadi Tersangka

Rabu, 9 Oktober 2019 15:36 Reporter : Merdeka
Perusahaan Penyalur TKI Ilegal Dibongkar, Dirut dan Karyawan jadi Tersangka Polisi ungkap perusahaan yang menyalurkan TKI ilegal.. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Perusahaan jasa penyalur Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal kembali dibongkar polisi. Total 5 orang ditetapkan sebagai tersangka. Mulai dari direktur utama PT AIM hingga karyawan.

"Lima tersangka yakni AS, SSI (Dirut PT AIM),MI,HE, MA. Kelimannya ada yang berperan sebagai sponsorship, penyandang dana, perekrut, pengurus administrasi, dan pengantaran dan penjemputan," kata Wadir Tipidum Kombes Agus Nugroho di Mabes Polri, Rabu (9/10).

Agus mengatakan, perusahaan AIM sudah berdiri sejak 2006. Hingga kini telah memberangkatkan pekerja migran sejumlah 14.400 orang ke negara Timur Tengah.

Padahal, pada tahun 2015 pemerintah telah menerbitkan kebijakan moratorium tentang penempatan pekerja migran sektor informal ke seluruh negara Timur Tengah.

Sebagaimana yang tertuang Peraturan Menteri Nomor 260/2015 tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia pada Pengguna Perseorangan. Namun, perusahaan itu masih terus beroperasi dengan mengirim ke abu dhabi dan Arab Saudi.

"Ada yang melalui Yaman, Bahrain dan negara timur tengah sekitar tetapi sasaran akhirnya rata-rata adalah ke Abu Dhabi , Arab Saudi," ucap dia.

Agus mengatakan, pelaku menjanjikan pekerjaan dengan gaji 1.200 real atau Rp 4,5 juta. Namun, pada kenyataannya ada yang tidak menerima dengan jumlah tersebut.

"Karena adanya TKI yang enggak dapat haknya, ada beberapa yang melaporkan baik melalui kedutaan atau ke kami secara langsung sehingga kami bisa ungkap perkara ini," ucap dia.

Para pelaku jerat dengan Undang-Undang 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan orang.

"Yang dalam pasal 4 secara jelas ancaman pidana minimal 3 tahun," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi [rhm]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini