Hot Issue

Pertarungan Pilpres 2019 Berakhir Indah di Kabinet

Rabu, 23 Desember 2020 06:10 Reporter : Henny Rachma Sari
Pertarungan Pilpres 2019 Berakhir Indah di Kabinet Jokowi umumkan menteri baru. ©2020 Biro Pers Sekretariat Presiden

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan reshuffle Kabinet Indonesia Maju. Sebanyak enam pos kementerian diganti. Rupanya, di balik Reshuffle kali ini, momen reuni tercipta. Kenapa demikian?

Jokowi menunjuk rivalnya pada Pilpres 2019 lalu, Sandiaga Uno bergabung ke jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju. Jika ditarik ke belakang, tepat di awal pembentukan kabinet, Jokowi menggandeng Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan.

Praktis, penunjukkan itu benar-benar menghilangkan kesan masih ada persaingan di antara mereka.

Seperti diketahui, pertarungan Pilpres 2019 lalu antara Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandi berlangsung 'panas'. Saking panasnya sampai membuat masyarakat terbelah menjadi dua kubu.

Hingga akhirnya melahirkan istilah 'cebong' dan 'kampret'. Cebong diidentikkan untuk pendukung Jokowi-Ma'ruf, sedangkan kampret disematkan ke pendukung Prabowo-Sandi.

Hingga pada akhirnya, istilah cebong dan kampret mereda usai Jokowi dan Prabowo bertemu pertama kalinya pasca bertarung sengit di Pilpres 2019. Keduanya bersama-sama menjajal MRT dari Lebak Bulus menuju Senayan.

Saat itu, mereka tampak akrab hingga makan siang bersama di FX Senayan, Jakarta Selatan.

"Tidak ada lagi namanya 01 02. Tidak ada lagi yang namanya cebong, tidak ada lagi yang namanya kampret. Yang ada adalah Garuda Pancasila, marilah kita rajut kembali, kita gerakan kembali persatuan kita sebagai sebuah bangsa," ujar Jokowi kala itu.

Senada dengan Jokowi, Prabowo menekankan, pendukung harus kembali bersatu. Tidak ada lagi perpecahan dengan istilah-istilah cebong dan kampret.

"Sudahlah enggak ada cebong-cebong, enggak ada kampret-kampret, semuanya merah putih," kata Prabowo.

Jokowi Tunjuk Prabowo Jabat Menhan

Entah ini buah dari pertemuan di MRT pada Juli 2019, tiga bulan kemudian, tepatnya 23 Oktober 2019, Jokowi mengajak Prabowo untuk bergabung dalam jajaran menteri di kabinetnya.

Penunjukan itu diumumkan Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin di Tangga Istana Merdeka, Rabu (23/10/2019).

Sedangkan, Sandiaga memilih tetap berada di luar pemerintahan dengan alasan khawatir tak bisa memberikan masukan yang objektif jika menjadi bagian dari pemerintah. Dan Sandiaga ingin memastikan Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf saat itu tidak berjalan ugal-ugalan.

Padahal, Sandiaga juga ditawari pos Kementerian Pariwisata yang akhirnya diisi oleh Wishnutama.

"Karena kalau sudah di dalam pemerintahan itu nanti dikhawatirkan semuanya, kan 'asal bapak senang'. Ini yang harus kita sampaikan dalam spirit kebersamaan ini masukan-masukan ini harus kita sampaikan juga," kata Sandiaga di kediamannya, Jalan Pulombangkeng, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2019).

"Pemerintah akan ugal-ugalan tidak ada yang ingetin. Ibaratnya itu harus ada mitra yang di luar yang tidak peduli pada jabatannya," ujarnya.

"Jadi oposisi itu tidak bisa dipecat, betul kan? Jadi menteri bisa dipecat enggak? Oposisi bisa enggak dipecat? Enggak bisa. Jadi kita enggak perlu khawatir menyuarakan apa yang terbaik," ucapnya.

Sandiaga Akhirnya Setuju

Lain dulu, lain sekarang. Kini, Sandiaga menerima 'pinangan' Jokowi untuk masuk dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju. Pos yang diberikan pun Kementerian Pariwisata menggantikan Wishnutama.

Ia menyebut tanggung jawab yang diberikan Jokowi sebagai amanat berat. Terlebih saat ini kondisi perekonomian nasional tengah rontok akibat Pandemi Covid-19 yang belum berkesudahan.

"Tentunya dalam konteks ini, tugas dan amanah yang disampaikan oleh bapak presiden dan wakil presiden teramat sangat berat karena kebangkitan bangsa Indonesia untuk pulih dari Covid-19 dan melanjutkan agenda pembangunan terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif akan sangat bergantung pada pemulihan kesehatan, dari sisi covid-19 dengan upaya kita menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin," ujar Sandiaga dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (22/12).

Baca Selanjutnya: Erick Thohir Sandiaga & M...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini