Pertamina Minta Emil Permudah Izin Proyek Pengembangan Kilang Minyak

Rabu, 27 November 2019 16:07 Reporter : Aksara Bebey
Pertamina Minta Emil Permudah Izin Proyek Pengembangan Kilang Minyak Dirut Pertamina bertemu Gubernur Jabar Ridwan Kamil. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Pertamina meminta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mempermudah proses perizinan untuk proyek pengembangan kilang minyak dengan nilai investasi Rp100 triliun. Perusahaan plat merah itu berencana memulai pengerjaan konstruksi tahun depan di wilayah Indramayu.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan proyek yang akan digarap ini adalah perluasan kilang minyak dengan pola integrasi proyek Petrokimia dengan Kilang Balongan.

"Ini proyek Petrokimia yang diintegrasikan dengan kilang yang saat ini kilangnya sudah ada eksisting," ujar dia saat ditemui usai bertemu Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Rabu (27/11).

"Kilang ini akan kita ekspansi kapasitasnya dan diintegrasikan dengan pabrik petrokimia beserta turunannya. Jadi ini akan jadi integrated refinery and petrochemical plant terbesar dan ini letaknya di Indramayu," ia melanjutkan.

Perluasan kilang ia sebut bisa meningkatkan produksi minyak secara signifikan. Kilang Balongan saat ini mampu memproduksi 125.000 barel per hari (bph), jika sudah diperluas, produksinya bisa mencapai 350.000 bph.

Pertemuan dengan Ridwan Kamil sengaja dilakukan untuk meminta dukungan tentang perizinan dan penempatan lokasi. Rencananya tahap konstruksi dilakukan awal tahun 2020 dan ditargetkan beroperasi 2026.

"Kami memerlukan perizinan juga penempatan lokasi. Awal operasinya tahun 2026 bertahap, tahap konstruksi dimulai awal tahun (2020)," kata dia.

Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengungkapkan, dalam pertemuan itu diketahui bahwa nilai investasi proyek perluasan kilang tersebut mencapai Rp100 triliun. Ia menilai proyek tersebut penting dan bisa berpengaruh pada perekonomian di Jawa Barat.

Dari analisanya, keberadaan proyek tersebut bisa menyerap 30 hingga 35 ribu tenaga kerja. Ia pun meminta komitmen kepada pihak Pertamina untuk memprioritaskan pekerja lokal, khususnya Indramayu. Karena itu, ia menyatakan kesiapannya mempermudah izin proyek.

"Alhamdulillah (investasi yang masuk ke wilayah Jawa Barat) sekitar 8 miliar USD atau mendekati Rp100 triliun. Tugas Pemprov adalah mengamankan tata ruang dan penunjukan lokasi wilayah yang dimintai Pertamina," imbuhnya

"Warga Indramayu akan dilatih dulu sehingga pas hari H operasi anak-anak Indramayu sudah punya ilmu tentang industri petrochemical," pungkasnya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini