Bisnis Media Massa Indonesia 4

Perpisahan bola dan bacaan minggu

Sabtu, 14 November 2015 10:15 Reporter : Ardyan Mohamad
Perpisahan bola dan bacaan minggu Harian Bola mengumumkan tutup. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Bimo Pratomo (28), karyawan swasta di Jakarta Selatan merasa kehilangan setelah mendengar Harian Bola berpamitan. Dibanding surat kabar olahraga sejenis yang terbit setiap hari, ulasan Bola jadi favoritnya.

"Harian Bola paling mendalam dan enak dibaca," ujarnya kepada merdeka.com, Jumat (13/11).

Setelah 2,5 tahun tetap mencoba peruntungan di era digital, Harian Bola yang bernaung di bawah Grup Kompas Gramedia akhirnya menyerah. Tabloid yang awalnya muncul sebagai mingguan ini menyatakan edisi 31 Oktober 2015 adalah yang terakhir. Selanjutnya, surat kabar ini hanya akan menerbitkan mingguan yang diberi nama 'Bola Sabtu'.

"Mengelola Harian Bola sungguh pengalaman indah dan mengasyikan, keindahan dan keasyikan itu juga pasti dirasakan oleh pembaca, pelanggan, dan rekan bisnis kami tercinta selama sekitar 2,5 tahun terakhir ini," demikian salam perpisahan Redaksi Harian Bola dalam halaman 16 edisi terakhirnya.

Direktur Eksekutif Serikat Perusahaan Pers (SPS), Asmono Wikan, mengatakan Harian Bola terlibas media online yang kini bejibun membahas sepakbola. Peluang memimpin di pasar digital itu menurutnya terlambat diambil Kompas Gramedia. Sebab isu spesifik seperti sepakbola akan selalu menyasar anak muda.

"Dari segi market anak muda yang gemar olahraga lebih memilih membaca online dibanding koran," tandasnya.

Harian Bola bernasib tak jauh beda Soccer, juga dari Grup Kompas Gramedia, yang terpaksa beralih ke online sepenuhnya pada 30 Oktober 2014. Setidaknya Soccer 14 tahun bertahan di pasar, sementara Harian Bola tak sampai tiga tahun.

Susutnya pasar pembaca akhir pekan

Bacaan khusus akhir pekan yang menurut SPS ceruk pasar koran, kini juga menyusut. Koran Tempo resmi menghapus edisi Minggu 11 Oktober lalu. Redaksi mengatakan minat orang menyempatkan waktu membaca koran pada akhir pekan tak menggembirakan.

Pemimpin Redaksi Koran Tempo, Daru Priyambodo, mengatakan oplah Minggu paling turun drastis dibanding Senin-Sabtu. Alhasil, edisi sabtu dan minggu disatukan, terbit dengan tajuk 'Edisi Akhir Pekan'.

Di hari kerja, surat kabar ini memiliki oplah kisaran 80 ribu hingga 90 ribu eksemplar. Sedangkan setahun terakhir, Koran Tempo Minggu sering cuma mencapai oplah 50 ribu eksemplar.

Situasi semakin tidak menguntungkan lini koran minggu, setelah direksi PT Tempo Inti Media Tbk memutuskan melakukan penghematan. "Tidak hanya pembaca yang berkurang, tetapi (penutupan ini) untuk menghemat biaya produksi koran," kata Daru.

Seandainya pasar bacaan akhir pekan membaik, Daru tidak menutup kemungkinan koran minggu akan dihidupkan kembali. "Tempo minggu akan terbit kembali dengan melihat peluang pasar dan iklan," tandasnya. [ard]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini