Pernyataan AirAsia 2 pegawai avsec terlibat pencurian kartu kredit

Jumat, 7 Juli 2017 04:00 Reporter : Ya'cob Billiocta
Pernyataan AirAsia 2 pegawai avsec terlibat pencurian kartu kredit pencurian kartu kredit di Bali. ©2017 merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - AirAsia tidak menoleransi dua pegawai Aviation Security (Avsec) di Bandara Ngurah Rai Bali, yang terlibat pencurian kartu kredit milik salah satu penumpang. Pihaknya akan mengambil langkah tegas untuk memastikan keamanan dan keselamatan penumpang pesawat.

"AirAsia X Indonesia tidak menoleransi segala aksi yang terkait dengan tindakan kriminal, yang dapat merugikan penumpang maupun pihak-pihak lainnya," kata Communications PT Indonesia AirAsia Nadya Rahmaesya Natahadibrata dalam keterangan tertulis yang diterima merdeka.com, Kamis (6/7).

Dalam kasus ini, AirAsia telah menerima laporan korban bahwa dompet yang dimilikinya tertinggal di dalam pesawat penerbangan XT 7514 tanggal 21 Juni 2017. Penumpang yang bersangkutan juga melaporkan adanya transaksi pembelanjaan yang tidak diketahui, yang menggunakan kartu kreditnya.

"Sehubungan dengan laporan tersebut, AirAsia X Indonesia tengah melakukan investigasi dan telah berkoordinasi dengan pihak yang berwajib terkait tindak lanjut proses secara hukum," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Polresta Denpasar Bali menangkap komplotan pencurian kartu kredit di Bali. Dua orang pelaku di antaranya adalah pegawai pegawai kontrak avsec Ngurah Rai Bali.

Kedua pegawai kontrak di bandara di Bali ini masing-masing Gede Sutha Asthina (35) dan Ahmad Jainuri (40). Keduanya diamankan di indekos masing-masing.

"Pelaku pencurian kartu kredit tersebut dilakukan oleh tiga orang. Dua di antaranya adalah pegawai kontrak avsec. Hasilnya sebagian digunakan untuk belanja fiktif, karena yang bersangkutan memiliki alat untuk menggesek kartu. Sehingga uang tersebut bisa diambil dan bukti transaksinya ada," ujar Wakapolresta Denpasar AKBP I Nyoman Artana.

Dari pengembangan penyelidikan, polisi turut mengamankan IGN Arya Wijaya (56), yang tinggal di Jimbaran, Kuta Selatan.

Dikatakan AKBP Artana, pelaku Arya merupakan residivis pembobolan kartu kredit dengan nilai kerugian korban Rp 40 juta pada tahun 2012 dan tahun 2015 dan dihukum selama 3 bulan penjara. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini