Pernikahan Bagus Kodok dan peri bukan mengada-ada?

Kamis, 9 Oktober 2014 10:38 Reporter : Mohamad Taufik
Pernikahan Bagus Kodok dan peri bukan mengada-ada? Bagus Kodok Ibnu Sukodok (63) dan Peri Roro Setyowati. ©Dok. Brahmantyo

Merdeka.com - Pernikahan Bagus Kodok Ibnu Sukodok (63) dengan Peri Rara Setyowati, makhluk halus penghuni Alas Ketangga di daerah Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, berhasil membetot perhatian masyarakat. Pernikahan itu digelar di rumah Brahmantyo di Desa Sekaralas, Kecamatan Widodaren.

Pertanyaannya, apakah kejadian itu nyata? Ternyata pernikahan itu hanya bagian dari pertunjukan seni, namanya "Seni Kejadian" atau juga dikenal sebagai happening art, yakni: memperluas kanvas atau panggung, menjadi ruang dan waktu .

Di ruang dan waktu tertentu, seniman menghadirkan suatu kejadian. Kali ini kejadian yang hadirkan oleh Brahmantyo adalah sebuah perkawinan Adat Jawa, yang dihadirkan dalam suatu upacara.

Namun berbeda dengan perkawinan Adat Jawa pada umumnya; Pertama, perkawinan ini diberi status dan label sebagai sebuah "karya seni", di mana seluruh yang hadir dianggap sebagai peserta pencipta karya. Kedua, pada perkawinan ini, Bagus Kodok akan dikawinkan dengan Peri Rara Setyowati, makhluk halus.

"Perkawinan antara Bagus Kodok dengan Peri Setyowati bukan mengada-ada, melainkan merupakan sebuah peristiwa di dalam kisah cinta, yang dimulai beberapa tahun yang lalu. Dalam sebuah kunjungan ke Alas Ketangga di daerah Paron, Ngawi, Bagus Kodok buang air besar di sungai dan ditegur oleh Peri Setyowati," ujarnya.

Dari komunikasi itu terjalin sebuah hubungan yang berkembang menjadi rasa saling mencintai. Meski berbeda alam, kedua kekasih memiliki perhatian dan keprihatinan serta kecintaan yang sama pada alam raya dan budaya manusia, khususnya pada lingkungan tanah Jawa.

"Setelah lebih dari setahun mengusahakan terlaksananya perkawinan ini akhirnya dengan semangat melaksanakan suatu upacara untuk sahabat dan saudara tua kami, Kodok Ibnu Sukodok, didukung banyak sekali teman, dengan Zen Zulkarnaen sebaga eksekutor proyek, kami berhasil memilih hari, tempat, dan susunan acara," kata Brahmantyo. [mtf]

Topik berita Terkait:
  1. Mistis
  2. Pernikahan Mistis
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini