Pernah Jadi Aktivis, Fahri Minta Polisi Batasi Kontak Fisik dengan Demonstran

Rabu, 25 September 2019 13:51 Reporter : Yunita Amalia
Pernah Jadi Aktivis, Fahri Minta Polisi Batasi Kontak Fisik dengan Demonstran Fahri Hamzah. ©2017 dok foto dok ri

Merdeka.com - Aksi demonstrasi mahasiswa di beberapa wilayah Indonesia menimbulkan gesekan dengan polisi. Beberapa mahasiswa turut dilarikan ke rumah sakit akibat dari gesekan tersebut.

Di Jakarta, mahasiswa Universitas Al-Azhar mengalami luka serius bahkan diharuskan operasi pada bagian kepala karena adanya keretakan pada tengkorak kepalanya.

Menyikapi hal itu, Wakil Ketua DPR mengatakan agar sedianya polisi tidak bersikap represif. Sebagai moral force, kata Fahri, kedatangan para kelompok mahasiswa untuk menyampaikan pendapat harus disambut dengan baik.

Fahri yang juga mantan aktivis juga mengingatkan agar polisi sebisa mungkin membatasi sikap-sikap mereka dalam kontak fisik dengan demonstran saat mengamankan kegiatan.

"Aparat dalam hal ini negara tetap dalam posisi mengupayakan agar membatasi diri untuk tidak menjadi bagian benturan, apalagi memulai benturan," ujar Fahri kepada merdeka.com melalui pesan singkat, Jakarta, Rabu (25/9).

Lagipula, kata Fahri, dalam aksi demonstrasi para mahasiswa lebih mengutamakan orasi ketimbang kekerasan fisik. Orasi yang disampaikan pun tidak menimbulkan dampak bahaya.

Oleh karena itu, Fahri yang juga pernah menjadi aktivis dari Universitas Indonesia itu menyarankan agar polisi tidak bersikap represif menanggapi kegiatan demonstrasi mahasiswa.

"Orasi-orasi mahasiswa itu hanya teriak-teriak tidak perlu teriakan itu dianggap sebagai sesuatu yang berbahaya. Biarkan saja," tandasnya.

"Saya kira ini yang perlu kita catat dan kita pelajari semua sebagai cara kita menghadapi kemungkinan menghadapi benturan di antara mahasiswa dengan negara," ujar Fahri menyudahi. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Demo Mahasiswa
  2. Fahri Hamzah
  3. DPR
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini