Permudah Penyaluran Bansos, Menteri Pertanian Luncurkan ATM Beras di Solo

Kamis, 19 Agustus 2021 20:52 Reporter : Arie Sunaryo
Permudah Penyaluran Bansos, Menteri Pertanian Luncurkan ATM Beras di Solo Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat meluncurkan ATM Beras di Solo, Kamis (19/8). ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meluncurkan ATM Beras di markas Koramil 05 Pasarkliwon Solo, Kamis (19/8). Perangkat itu diharapkan dapat mempermudah penyaluran bantuan sosial.

Saat meluncurkan ATM beras, Syahrul didampingi Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Komandan Kodim 0735/Surakarta Letkol Inf Wiyata.

Politisi Nasdem itu mengatakan, peluncuran ATM beras pernah dijanjikan saat kunjungan ke Balai Kota Solo beberapa hari lalu. Selain membicarakan masalah pertanian di lahan sempit, mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu juga menyerahkan bantuan alat pertanian.

"Peluncuran ATM Beras ini dimaksudkan untuk mempermudah penyaluran bantuan sosial (bansos) beras," sebut Syahrul.

Selain di Koramil Pasarkliwon Semanggi, lanjut dia, ATM Beras juga ada di 4 markas Koramil lainnya, yakni di Koramil Jebres, Serengan, Laweyan, serta Koramil Banjarsari.

"Dengan ATM Beras ini kita harapkan kolaborasi antara TNI dengan Pemkot Solo dalam penyaluran bansos untuk warga terdampak Covid-19 bisa berjalan lancar," katanya.

Lebih lanjut Syahrul menyampaikan, peluncuran ATM Beras juga dilakukan di beberapa daerah, terutama untuk wilayah yang kondisinya memprihatinkan. Ia berharap ATM Beras mampu membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan akses pangan selama mengikuti kebijakan pemerintah.

"ATM Beras ini dapat mengeluarkan 1,5 kilogram beras atau setara 3 liter untuk sekali pencet," jelas Syahrul.

Pada kesempatan sama, Gibran Rakabuming menyebut, ATM Beras yang diluncurkan hanya diperuntukkan bagi warga yang belum tersentuh bantuan sosial pemerintah pusat. "Nanti teknisnya biar diatur Pak Dandim," ucapnya.

Letkol Inf Wiyata menambahkan, ada 5 ribu kepala keluarga yang akan menerima bantuan untuk 5 kecamatan. Masing-masing kecamatan terdiri dari 1.000 kepala keluarga.

"Jadi nanti tiap kepala keluarga dapat 1 Kg beras per hari dalam waktu dua bulan," pungkas dia. [yan]

Baca juga:
Dirjen Dukcapil Ungkap Ada Warga Penerima Bansos Covid-19 Punya Mobil
Wali Kota Tangerang Usut Operasi Batok, Modus Pungli ke Penerima Bansos
Risma Ungkap Masalah Bansos Bersumber dari Data Kemensos Tidak Sinkron
Pemerintah Dorong Reformasi Sistem Perlindungan Sosial Demi Menjaga Kesejahteraan
Mensos Buka Kemungkinan Hentikan Pemberian BST Jika Pembatasan Berakhir

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini