Permainan Tender dan Mark Up Proyek di Tasikmalaya, Negara Rugi Rp4 Miliar

Rabu, 17 Juli 2019 00:04 Reporter : Aksara Bebey
Permainan Tender dan Mark Up Proyek di Tasikmalaya, Negara Rugi Rp4 Miliar ilustrasi korupsi. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat membongkar permainan tender dalam proyek jalan dan jembatan Ciawi-Singaparna (Cisinga) senilai Rp25 miliar yang dibiayai APBD Tasikmalaya 2017. Lima orang ditetapkan sebagai tersangka karena mengakibatkan negara mengalami kerugian Rp4 miliar.

Aspidsus Kejati Jabar, Anwarudin menyatakan bahwa permainan dalam proses tender yang dimaksud adalah modus pengaturan pemenang. Pihak yang mengerjakan proyek bukan perusahaan pemenang tender, tapi pihak lain. Otak dari pengaturan ini adalah BA yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR

"Pemenang ‎tender ini hanya dipakai supaya memenuhi spesifikasi lelang. Tersangka sudah ditahan di Rutan Bandung dan Lapas Sukamiskin," katanya, Selasa (16/7).

Selain dari unsur pemerintah, Kejaksaan juga mengamankan pihak perusahaan pemenang tender. Semua berdasarkan pada penggeledahan dua perusahaan pada tahap penyelidikan. Diketahui, perusahaan tersebut menggunakan alamat yang sama dan dimiliki satu orang.

Selain itu, permainan tender ini berimbas pada kualitas pengerjaan proyek yang tidak maksimal. Di sisi lain, ditemukan pula dugaan penggelembungan harga dalam proses pengerjaan proyek.

"Ada mark up pengadaan besi hingga Rp2 miliar. Berdasarkan hasil audit, total kerugian negara dalam kasus ini Rp4 miliar," ujar Anwarudin.

Meski peran BA sangat kentara dalam kasus ini, namun tidak menutup kemungkinan ada nama lain yang terlibat. "Soal itu, kita lihat nanti fakta persidangan," katanya. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Korupsi
  2. Tasikmalaya
  3. Bandung
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini