Permainan anak 'dolanan' di Bali mengandung unsur pendidikan

Selasa, 8 Juli 2014 09:39 Reporter : Fariz Fardianto
Ilustrasi kesenian Bali. ©2013 Rumgapres/Abror Rizki

Merdeka.com - Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Dr I Gusti Ayu Srinatih menilai, permainan 'dolanan' yakni bernyanyi sambil menari untuk bersenang-senang bagi anak-anak di Bali, mengandung pendidikan disiplin.

"Mereka secara tidak langsung diajarkan tentang disiplin, etika dan estetika, karena dolanan seperti 'mebarong-barongan' yakni belajar memainkan barong mengandung nilai luhur budaya bangsa," kata Dr I Gusti Ayu Srinatih, dosen Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar, seperti dikutip dari Antara, Selasa (8/7).

Srinatih mengatakan, lewat permainan itu anak-anak secara tidak langsung mendapatkan penanaman nilai budaya yang positif terhadap perkembangan jiwa anak, sehingga mereka akan memiliki karakter kepribadian yang kuat.

Demikian pula dari segi religius, mengandung makna yang mengacu pada nilai-nilai yang berkaitan dengan ketaatan beragama, karena kegiatan ritual merupakan bagian yang tidak terpisahkan.

Hal itu, tercermin mulai dari proses awal penggarapan hingga pada saat pementasan seperti yang ditampilkan duta seni Kabupaten Badung pada Pesta Kesenian Bali (PKB), aktivitas seni tahunan yang berlangsung di Taman Budaya Denpasar.

Srinatih menjelaskan, permainan anak-anak itu juga mengandung makna kebersamaan yang tercermin lewat kompleksitas pertunjukan yang dihasilkan berkat dukungan penari, penabuh dan semua pihak yang mendukungnya.

Hasil tindakan kolektif itu melahirkan makna kebersamaan. Unsur tontonan sangat ditekankan dalam garapan baru 'dolanan mebarong-barongan' sehingga mampu memberikan hiburan segar kepada penonton.

Ayu Srinatih, salah satu alumnus S-3 Kajian Budaya Universitas Udayana itu menambahkan, PKB kegiatan kesenian Bali yang merupakan gagasan monumental yang dicetuskan Prof dr Ida Bagus Mantra tahun 1978 atau 36 tahun yang silam memang bertujuan untuk menggali, melestarikan dan mengembangkan seni budaya Bali.

Semua itu sangat penting artinya sebagai salah satu pondasi bagi kehidupan manusia, bahkan PKB kini berkembang dari kegiatan yang bersifat lokal menjadi nasional dan internasional, ujar Srinatih. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Bali
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini