Perlawanan ojek online sering dizalimi ojek pangkalan

Jumat, 16 Oktober 2015 07:38 Reporter : Iqbal Fadil
Perlawanan ojek online sering dizalimi ojek pangkalan Gojek. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Dari hasil penelusuran polisi, pelaku yang mengintimidasi pengendara GrabBike diketahui memang sering berbuat ulah. Tak hanya pada driver ojek aplikasi, dia juga kerap cemburu saat melihat ojek lain mendapatkan penumpang. "Anak itu udah disorot teman-temannya karena sering mukul-mukul. Kalau ada teman ambil penumpang dia suka cemburu," lanjut Putro.

Sebelum kasus ini terjadi, perlawanan driver ojek online terhadap ojek pangkalan juga terjadi di kawasan kampus Universitas Indonesia (UI) Sabtu Sabtu (3/10). Suasana kampus dihebohkan kehadiran ratusan pengemudi GO-JEK melakukan sweeping terhadap ojek pangkalan di lingkungan kampus itu. Hal ini bermula dari dugaan adanya penganiayaan terhadap pengemudi GO-JEK yang diduga dilakukan oknum ojek pangkalan UI.

Polisi pun berjaga di area kampus terutama di dekat Fakultas Teknik UI yang diduga menjadi lokasi penganiayaan. Ratusan pengemudi GO-JEK itu mencari pelaku.

Kejadian bermula ketika Ibrahim (40) pengemudi GO-JEK selesai mengantar penumpang ke kampus. Ibrahim tak menaruh rasa curiga sedikit pun saat dirinya masuk area kampus. Namun dia kaget ketika ada orang tak dikenal memukulnya dari arah belakang. "Orangnya langsung kabur. Saya dipukulnya di daerah Kukusan, belakang ojek pangkalan Fakultas Teknik," katanya, 2015).

Dirinya pun tak sempat melihat wajah si pemukul. Ibrahim lalu menceritakan kejadian itu ke grup sesama GO-JEK. Sontak saja ratusan pengemudi GO-JEK mendatangi ojek pangkalan UI. Mereka melakukan penyisiran ke sejumlah jalan menuju kampus. "Tapi enggak ketemu yang mukul saya," katanya.

Kapolsek Beji Kompol Ni Gusti Ayu Supiati mengatakan, kasus ini dipicu salah paham. Dalam peristiwa ini, kata dia, tidak ada korban jiwa. "Tidak ada luka sama korban, walau mengaku dipukul oleh ojek pangkalan dari belakang mengenai kepala," ucap Kapolsek.

Dikatakan, pihaknya langsung menurunkan personel untuk berjaga-jaga. Kasusnya sendiri sudah dilaporkan ke Polresta Depok. "Karena menyangkut kelompok korban kita dorong ke Polresta Depok untuk membuat laporan," katanya.

Kasus serupa juga terjadi di dekat pintu tol Bekasi Timur pada Rabu 9 September lalu. Driver GO-JEK Edi Rinaldi (40) diberhentikan beberapa tukang ojek pangkalan. "Saya ke Tol Bekasi Timur menjemput penumpang," kata Edi di Mapolresta Bekasi Kota saat membuat laporan polisi, Rabu (9/9).

Ketika membawa penumpang, dia diberhentikan seorang diduga ojek pangkalan. Pelaku mengintimidasi agar Go-Jek tak lagi mengambil penumpang di sekitar Tol Bekasi Timur. "Jangan ambil sewa di sini," kata dia menirukan pelaku.

Kemudian pelaku memukul korban hingga mengenai helm yang dikenakannya. Selanjutnya pelaku juga merusak kendaraan sepeda motor korban jenis Honda Vario B 3737 KHK di bagian depan.

"Awas kalau mengambil sewa di sini lagi," kata dia menirukan ucapan tukang ojek pangkalan.

Setelah peristiwa itu, ratusan pengemudi Go-Jek mendatangi lokasi kejadian. Mereka melakukan aksi simpati terhadap sesama pengemudi Go-Jek, namun pelaku tak ada di tempat.

Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota, AKP Siswo membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya masih melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan sejumlah saksi. [bal] SELANJUTNYA SEBELUMNYA

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini