Perkuat permuseuman Indonesia, Kemenko PMK terbitkan buku seri berjudul Mugalemon

Jumat, 19 Oktober 2018 19:13 Reporter : Rizlia Khairun Nisa
Perkuat permuseuman Indonesia, Kemenko PMK terbitkan buku seri berjudul Mugalemon peluncuran buku Mugalemon di Museum Seni dan Keramik. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Guna mendukung upaya pengembangan permuseuman sekaligus masih dalam rangkaian peringatan Hari Museum Nasional yang diperingati setiap 12 Oktober, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada tahun 2018, menerbitkan buku seri permuseuman Indonesia.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari Tahun 2017 lalu dengan diterbitkannya buku 'Pesona Museum' . Selanjutnya, pada 2018 ini Kemenko PMK kembali menerbitkan buku bertajuk "Mugalemon" atau kepanjangan dari Museum, Galeri dan Monumen Jakarta.

Kegiatan penerbitan buku selanjutnya akan diupayakan setiap tahun sehingga dokumentasi keberadaan museum-museum di provinsi atau kabupaten dan kota lainnya tersedia dengan baik dan lengkap. Penerbitan buku ini merupakan hasil kerjasama antara Kemenko PMK dengan Asosiasi Museum Indonesia (AMI) yang mewadahi 18 Asosiasi Museum Indonesia Daerah (AMIDA) di Indonesia.

peluncuran buku Mugalemon di Museum Seni dan Keramik ©2018 Merdeka.com

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Gubernur DKI Jakarta, Asosiasi Museum Indonesia (AMI) dan Asosiasi Museum Indonesia Daerah (AMIDA) DKI Jakarta Paramita Jaya atas kerjasamanya dalam penerbitan buku ini. Semoga buku ini bermanfaat dan menjadi sumber informasi untuk mengetahui peran dan kondisi Museum, Galeri dan Monumen Jakarta serta menjadi salah satu tujuan destinasi wisata edukasi berbasis budaya," kata Asisten Deputi Warisan Budaya Kemenko PMK, Pamuji Lestari, dalam acara peluncuran buku di Museum Seni dan Keramik, Kawasan Kota Tua, Jakarta, Jumat sore (19/10).

Pamuji menuturkan, buku Mugalemon tersebut merupakan buku tentang museum yang milenial. Jadi semua kalangan bisa membacanya dan semoga disebarluaskan. Dengan begitu, dia berharap ke depan, Gerakan Cinta Museum bangkit kembali. Kata dia, Kemenko PMK dan Kemendikbud sejauh ini sudah membuat payung hukum tentang Hari Museum Indonesia.

"Kami juga turut mendorong Kemendikbud agar ditetapkan Hari Wayang Nasional," ucapnya.

peluncuran buku Mugalemon di Museum Seni dan Keramik ©2018 Merdeka.com

Tak hanya itu, menurut Pamuji, pemerintah juga juga gencar mengimbau para kepala daerah untuk membuat kebijakan kunjungan ke museum untuk para siswa sekolah.

Memang menurutnya, museum jadi salah satu wadah yang memiliki peranan penting dalam memperkenalkan keunikan dan keberagaman warisan budaya bagi masyarakat dan bangsa. Museum juga menyimpan sejarah masyarakat dan bangsa, serta jejak masa lalu, untuk menghadirkan memori kolektif. Oleh karena itu, peran museum sangat strategis dalam mendefinisikan identitas dan kemajuan suatu bangsa.

Acara dihadiri oleh Jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta; AMI dan AMIDA DKI Jakarta; para Penggiat dan Pecinta Museum; dan media massa. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Kemenko PMK
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini