Perkara Korupsi Banprov di Indramayu, Ade Barkah Disebut Intervensi Bappeda

Senin, 13 September 2021 17:16 Reporter : Aksara Bebey
Perkara Korupsi Banprov di Indramayu, Ade Barkah Disebut Intervensi Bappeda Sidang Perkara korupsi pimpinan DPRD Jabar Ade Barkah. Antara

Merdeka.com - Persidangan kasus korupsi yang melibatkan mantan pimpinan DPRD Jawa Barat yang juga politisi Partai Golkar, Ade Barkah Surahman kembali digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Senin (13/9). Sejumlah saksi dari unsur pejabat pemerintah dihadirkan dalam persidangan ini.

Saksi yang dihadirkan di antaranya Kepala Bidang Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bappeda Jabar Yuke Mauliana Septina, dua mantan Kepala Bappeda Jabar Yerry Yanuar dan Mohammad Taufiq Santoso, serta administrator Bappeda Jabar R Bela Sakti Negara.

Dalam kesaksiannya dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan provinsi (Banprov) Jawa Barat untuk Kabupaten Indramayu, Yuke mengungkapkan Ade Barkah meminta memasukan usulan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) online. Padahal saat itu proses perencanaan sudah ditutup. Namun, dia bersikeras memintanya untuk membuka kembali layanan karena ada kegiatan yang belum terdaftar.

"Saya sempat menolak, namun dia (Ade Barkah) bilang kalau aplikasinya tidak dibuka akan membuat kisruh di DPRD," ujar Yuke dalam persidangan.

Permintaan dipenuhi setelah Yuke melaporkannya kepada Kepala Bappeda Jabar yang dijabat Yerry Yuniar. RKPD online kembali dibuka karena ada surat edaran Kemendagri tahun 2018 yang meminta agar usulan pembangunan di RKPD online diselaraskan karena bertepatan pilkada serentak. Pembukaan layanan itu pun berlaku untuk semua kabupaten/kota.

Yuke menyebut terdakwa lain dalam kasus ini yang juga anggota DPRD Jawa Barat, Siti Aisyah Tuti Handayani kerap mengecek mengenai program Bantuan Provinsi Jawa Barat untuk Kabupaten Indramayu.

"Pernah ketemu beberapa kali di kantor Bappeda dan meminta mengecek beberapa usulan (dana aspirasi dari Fraksi Golkar) termasuk (Banprov) untuk Kabupaten Indramayu," jelas Yuke.

Diketahui, dalam kasus ini, Siti Aisyah didakwa bersama Abdul Rozaq Muslim dan Ade Barkah Surahman dalam proses penganggaran proyek Pemkab Indramayu yang didanai dari Banprov Jabar TA 2017-2019. Siti Aisyah menerima uang sekira Rp1,1 miliar dari pengusaha Carsa ES. Sementara itu, Ade Barkah didakwa menerima suap sekira Rp750 juta. [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini