Perkara BLBI Akan Digelar KPK

Senin, 15 September 2008 22:28 Sumber :
Perkara BLBI Akan Digelar KPK
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan bertemu dengan pimpinan Kejaksaan Agung untuk melakukan gelar perkara Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Juru Bicara KPK, Johan Budi di Jakarta, Senin (19/8), mengatakan gelar perkara itu kemungkinan akan dilakukan setelah hari raya Idul Fitri 1429 H.

"Kita akan bertukar pikiran tentang penanganan perkara BLBI," kata Johan.

Johan menyatakan, penanganan kasus BLBI kini masih dalam proses, salah satunya ditandai dengan digulirkannya upaya banding yang diajukan oleh Kejaksaan Agung atas putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kejaksaan Agung telah mengajukan banding atas putusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menyatakan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) Kejaksaan Agung untuk perkara obligor BLBI Sjamsul Nursalim tidak sah.

Menurut Johan, KPK bisa melakukan supervisi terhadap Kejaksaan Agung, jika disepakati perkara BLBI ditangani oleh kejaksaan.

Namun demikian, penanganan BLBI oleh Kejaksaan harus didahului pernyataan bahwa Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) perkara BLBI yang diterbitkan telah dicabut atau tidak berlaku.

Sebelumnya, beberapa anggota DPD dan DPR mendatangi gedung KPK untuk membicarakan kemungkinan pengambilalihan kasus BLBI oleh KPK.

Mereka juga menuangkan desakan itu dalam pernyataan sikap bersama. Anggota DPR yang ikut dalam gerakan itu adalah Soeripto, Ade Daud Nasution, Dradjad Wibowo, Ami Taher, Effendi Choiri, dan Abdullah Azwar Anas.

Sedangkan anggota DPD yang ikut serta adalah Marwan Batubara, Rusli Rachman, Benyamin Bura, I Wayan Sudirta, Benny Horas Panjaitan.

Kemudian Abdul Muhyi Abidin, Frans X. Assan, Aryanti Baramuli Putri, Nurmawati Bantilan, Marwan Aidid, dan Tonny Tesar.

Selain itu juga tercatat nama mantan Ketua MPR Amien Rais, pakar hukum pidana Romli Atmasasmita, praktisi hukum Bambang Wijojanto, dan peneliti Indonesia Corruption Watch Febridiansyah serta beberapa aktivis lainnya.(kpl/rif)

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini