Perjuangan tak kenal lelah terpidana bom Bali sadarkan teroris

Sabtu, 2 Juli 2016 07:31 Reporter : Darmadi Sasongko
Perjuangan tak kenal lelah terpidana bom Bali sadarkan teroris luhut dan ali imron. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Terpidana hukuman seumur hidup kasus Bom Bali 2002, Ali Imron mengajukan permintaan khusus ke Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan. Dia ingin di sisa umurnya dapat menyadarkan para teroris.

Setelah tertangkap Ali memang menunjukkan perubahan sikap yang positif. Ketika diundang menjadi pembicara, Ali selalu menegaskan jika teror bom bukanlah jihad. Janji-janji masuk surga hanya omong kosong sehingga tak perlu dilakukan lagi.

Ali bersama Umar Patek dan Jumu Tuani mantan panglima Operasi Pusat Komando Jihad Maluku (PKJM) sempat menjadi narasumber dalam seminar deradikalisasi di Kota Malang, Jawa Timur. Imron menceritakan tentang konsep jihad dan negara Islam yang diyakininya.

Menurut Luhut, dia mencoba memfasilitasi permintaan tersebut. "Pada kesempatan itu Ali Imron meminta untuk dapat dilibatkan dalam program pemerintah untuk deradikalisasi," kata Luhut dalam akun facebooknya, Jumat (1/7).

"Saya akan memfasilitasi, meskipun saya tentu tidak bisa menjamin 100 persen bahwa dia tidak akan melakukan aksi teror lagi," kata Luhut.

"Terhadap yang mempertanyakan niat saya ini, saya hanya bisa menjelaskan bahwa kita harus menghormati dia sebagai manusia yang sedang berupaya untuk kembali menjadi dirinya sendiri," tambahnya.

Kala itu Ali hadir dalam kajian Ramadan 'Peran Islam untuk Perdamaian Indonesia' di Wahid Institut Jakarta, kemarin. Ali mengimbau kaum muda untuk tidak terlibat pada kegiatan-kegiatan yang mengarah pada ekstremisme.

Menurut Imron, membandingkan istilah NKRI harga mati dengan negara Islam harga mati, tetapi dengan cara-cara yang damai. Itu cita-cita, bukan berarti harus melakukan kudeta kepada negara.

"Sebagaimana anak kecil memiliki cita-cita jadi dokter. Saya pernah cita-cita jadi dokter tapi kemudian jadi teroris," kata Ali disambut tawa.

Kisah Imron saat menawarkan ide kepada para pelaku Bom Bali juga mengundang tawa. Saat itu, Imron pernah menawarkan kepada Ali Fauzi, Amrozi dan Imam Samudra untuk menyerang kapal induk Amerika Serikat saja yang baru menyerang Afganistan. Karena kalau menyerang Bali akan banyak yang tidak berdosa ikut mati.

"Ayo kita incar saja kapal mereka. Kemudian pakai kapan speed boad bersama bom bunuh diri. Paling yang tidak bersalah ikan saja yang kena," katanya.

Ali juga menceritakan banyaknya masyarakat yang tidak paham dengan terorisme, sehingga tidak sedikit yang salah memahaminya. Teroris itu menurutnya seperti fim Barry Prima yang membawa senjata ke sana-sini.

Kisah berlanjut saat dirinya memberikan pengakuan kepada penyidik. Akibat pengakuannya para pelaku yang lain memusuhi dan menyebutnya pengkhianat. Tapi saat itu, Ali Imron sempat melontarkan kalimat untuk membuat aksi lebih besar lagi jika memang perbuatan mereka dijamin jihad di jalan Allah.

"Pengeboman berikutnya harus lebih besar, kalau sebelumnya 1,250 ton nanti 1,5 ton. Jangan kecil-kecil nanti diketawakan. Tetapi kenyataannya bom JW Mariot 2003 tidak sampai setengah ton, terakhir malah cuma tit," katanya menirukan ledakan dengan jarinya.

Semakin lama, katanya bom terorisme di Indonesia semakin kecil. Karena memang tidak ada lagi tokoh yang mampu melanjutkan aksi-aksinya. Setelah Nurdin M Top kemudian mengajarkan murid-muridnya bersama Azhari dan cicit-cicitnya. Nurdin dan Azhari mengajarkan pada orang yang kemudian terjadi bom masjid di Cirebon yang katanya semakin tidak bermutu.

"Saya ini masih teroris. Karena saya masih menjalani hukuman. Mosok saya enggak ngaku kalau teroris, kalau enggak ngaku keluar sana," katanya kepada orang yang meragukan pengakuannya.

Imron mengaku ikut perencanaan bom Bali. Dirinya yang menemani Imam Samudra survei dan menentukan lokasi. Dia juga yang meracik bom di Lamongan dan memasang detonator. Dia kemudian mengajari para pelaku bom bunuh diri di TKP dan membawa mobil yang berisi bom ke TKP. Karena pelakunya memang tidak lancar nyetir mobil.

"Kalau dapat pahala, saya yang lebih banyak. Jadi cerita saya ini serius, Ali Imron tidak bohong. Ayo kita praktikkan bikin bom," katanya menantang. [did]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Terorisme
  3. Ali Imron
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini