Perjuangan Nova angkat derajat ibunda dari seorang pengamen jalanan

Kamis, 19 Mei 2016 15:35 Reporter : Lia Harahap
Perjuangan Nova angkat derajat ibunda dari seorang pengamen jalanan Nova Alawiyah, santri Rumah Gemilang Indonesia (RGI).. ©2016 merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Luar biasa perjuangan Nova Alawiyah, (17) warga Tegalega, Bogor. Hidup di tengah keluarga yang pas-pasan sejak lahir, tak membuatnya patah semangat.

Sejak kecil, setiap pulang sekolah Nova tak pernah menghabiskan waktunya untuk bermain. Ibunya mengajak Nova dan adiknya untuk mengamen di lampu merah di daerah Pangrango, Bogor. Ibu Nova bersama seorang temannya yang juga ikut mengamen, bertugas sebagai penyanyi sambil membawa tape kecil yang dikalungkan di leher. Sementara Nova yang saat itu masih kecil bersama adiknya bertugas untuk berkeliling memungut saweran kepada kendaraan dan warga yang ia temui.

Dari hasil mengamen, Nova dan ibunda hanya mendapat uang Rp 70 ribu. Hasil itu harus dibagi lagi dengan teman ibunya. Hal ini hampir setiap hari dilakukan Ibu Nova bersama temannya.

"Meski dapetnya enggak seberapa asal cukup untuk makan hari itu Ibu udah seneng," ujar Nova, salah satu santri Rumah Gemilang Indonesia, dalam rilis yang diterima merdeka.com, Kamis (19/5).

Ayah Nova sebenarnya masih bekerja. Namun karena penghasilannya hanya cukup untuk membayar kontrakan. Nova bersama keluarganya tinggal di rumah kontrakan yang hanya berukuran 3x3 meter. Lokasinya persis di pinggir jalan tol Jagorawi. Saat akan tidur malam hari, mereka harus rela berhimpitan.

nova alawiyah santri rumah gemilang indonesia rgi

Nova Alawiyah, santri Rumah Gemilang Indonesia (RGI). ©2016 merdeka.com/istimewa

Selepas lulus SMP di tahun 2015, Nova mengalami kesulitan biaya sehingga ia tak bisa melanjutkan sekolah ke SMA. Ia kemudian berpikir menjadi seorang perancang busana. Dia bertekad kuat di masa depan harus menjadi orang hebat agar ibunya berhenti menjadi pengamen.

Sampai saat ini Ibunda Nova masih aktif mengamen. Jika Nova berkunjung ke rumah di sela waktu liburnya belajar di RGI, ia sering meminta agar ibunya hanya fokus saja mengurus rumah. Kerasnya kehidupan di jalanan menjadi alasan Nova meminta ibunya berhenti mengamen.

"Nova pengennya ibu tuh di rumah aja urus adik gak usah ngamen, karena di jalanan itu bahaya banget, tapi ibu tetep aja ngamen karena katanya buat makan," ujar Nova sambil meneteskan air mata.

nova alawiyah santri rumah gemilang indonesia rgi

Nova Alawiyah, santri Rumah Gemilang Indonesia (RGI). ©2016 merdeka.com/istimewa

Dengan sekolah kejuruan yang dia pilih, Nova berharap bisa menjadi desainer muslimah yang sukses agar bisa membahagiakan orang tuanya.

"Saya ingin menjadi desainer seperti Irna Mutiara, Ria Miranda atau Dian Pelangi biar nanti ibu gak usah kerja lagi," ujar Nova.

Sudah hampir 5 bulan Nova menekuni bidang tata busana. Nova kini sudah mampu membuat baju, celana dan jenis pakaian lainnya mulai dari membuat pola hingga memotong bahan dan menjahitnya sendiri menjadi satu bentuk pakaian yang utuh.

"Insya Allah saya yakin mimpi saya bisa terwujud dan seberat apapun jalannya akan Nova hadapi," jelas Nova. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kisah Inspiratif
  3. Bogor
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini