Perjalanan Bisnis Tekstil Ujang Nuryanto Sebelum Ditemukan Dimutilasi di Malaysia

Kamis, 14 Februari 2019 18:28 Reporter : Aksara Bebey
Perjalanan Bisnis Tekstil Ujang Nuryanto Sebelum Ditemukan Dimutilasi di Malaysia Ilustrasi Pembunuhan. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Ujang Nuryanto (37), pengusaha tekstil asal Bandung ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan. Dia menjadi korban mutilasi, dengan salah satu bagian tubuhnya diletakkan di tepi sungai di Malaysia.

Keluarga menceritakan kepergian Ujang ke Malaysia untuk urusan bisnis. Ujang menjalin bisnis dengan dua warga negara Pakistan, Iqbal (Jimmy), M. Abbas dan Mahattir, yang berlokasi di Malaysia.

Kepada keduanya, Ujang menitipkan barang jualan berupa kain dengan perkiraan nilai keuntungan (omzet) Rp 7 miliar. Bisnis ini sudah mereka jalani delapan bulan terakhir.

Hermawan, pengacara Ujang menambahkan, kliennya sudah empat kali pulang pergi Malaysia terkait bisnis. Kepergiannya kali ini untuk mengambil uang hasil penjualan jumlahnya Rp 800 juta.

"Saya sempat konfirmasi juga ke Jimmy, bahwa klien saya ngambil uangnya bukan Rp 2 miliar, karena ada barang yang belum terjual. Jadi yang diambilnya sekitar Rp 800 juta," kata Hermawan, kepada wartawan, Kamis (14/2).

Usai transaksi dilakukan, beberapa hari kemudian Ujang dikabarkan hilang kontak. Jimmy adalah orang yang pertama kali melaporkan hilangnya Ujang pada kepolisian Sungai Buloh, Selangor, Malaysia.

Namun akhirnya, keberadaan Ujang Nuryanto dikonfirmasi oleh pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Malaysia. Dia ditemukan meninggal dunia dengan kondisi dimutilasi.

"Saya dikabari KBRI hari ini. Mereka mengonfirmasi bahwa jasad yang dimutilasi itu klien kami. Sidik jarinya sesuai dengan data di e-KTP" ucap Hermawan.

Saat ini, pihak keluarga menyerahkan masalah hukum dan pencarian pelaku kepada pihak kepolisian Malaysia bersama KBRI. "Pelakunya belum terungkap. Sekarang kami fokus bagaimana mengembalikan jasad ke Indonesia untuk dikebumikan," kata Hermawan. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini