Peringati Hari Ibu, 4 Kisah Ini Penuh Inspirasi dan Haru

Sabtu, 22 Desember 2018 06:00 Reporter : Syifa Hanifah
Peringati Hari Ibu, 4 Kisah Ini Penuh Inspirasi dan Haru Ilustrasi hari ibu. ©2014 merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu di seluruh Indonesia. Hari ini diperingati sebagai wujud cinta dan pengorbanan seorang ibu untuk buah hatinya. Ibu menjadi sosok yang teramat penting untuk anak-anaknya.

Ibu sosok yang kuat bagi anak-anaknya. Karena itu ibu menjadi pahlawan untuk anak-anaknya. Ibu juga bersedia mengorbankan segala untuk anak-anaknya.

Ini kisah inspirasi dan haru perjuangan seorang ibu dalam rangka memperingati Hari Ibu. Berikut ceritanya:

1 dari 4 halaman

Menggendong Anaknya untuk Ikut UNBK

Ilustrasi keluarga. ©2012 Brian A Jackson/ Shutterstock

Kasih sayang ibu sepanjang masa benar adanya. Lihatlah kisah ibu yang rela menggendong anaknya bernama Desi Maharani, seorang siswi MTs Attaqwa, Sukabumi, Jawa Barat. Waktu itu Desi sedang sakit pasca menjalani operasi sehingga tidak mampu untuk naik dan turun tangga menuju kelasnya.

Dengan kesabaran, sang ibu menapaki tangga dengan anak yang berada dalam gendongannya. Rasa lelah tidak dia hiraukan, hal ini dia lakukan agar anaknya tetap bisa mengikuti ujian.

2 dari 4 halaman

Jadi Juri Parkir

Rumiati. ©2018 Merdeka.com/Abdul Aziz

Sejak usia 21 tahun, Rumiati mulai menjadi juru parkir di Jl dr Angka, Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas. Hidup menjanda, ia merawat putrinya seorang diri.

Separuh pendapatan dari parkir, rata-rata Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu sehari, ia sisihkan ke dalam glogok (kendi yang dimanfaatkan untuk celengan). Rumiati mesti hidup berhemat, demi jaminan biaya pendidikan putrinya sanggup teratasi.

Hasil menjadi juru parkir mampu ia gunakan untuk membiayai sekolah putrinya. Ada rasa bangga, putrinya berhasil menuntaskan sekolah sampai tingkat strata satu di salah satu perguruan tinggi di Semarang. "Sekarang anak saya sudah jadi guru SD. Doa saya dikabulkan Tuhan. Beberapa bulan yang lalu anak saya menikah," ujar Rumiati.

3 dari 4 halaman

Buruh Cuci yang Kuliahkan Anak ke Jepang

Ilustrasi hari ibu. ©2014 merdeka.com/istimewa

Meski bekerja sebagai buruh cuci, tidak membuat Ibu Yuniati asal Yogyakarta berkecil hati menyekolahkan anaknya sampai ke perguruan tinggi. Ia pernah mendapat cibiran warga tentang niatnya menguliahkan sang anak. Namun, niat ikhlas untuk menyekolahkan anaknya mendapat kemudahan dari Tuhan melalui program beasiswa.

Namun penghasilannya sebagai buruh cuci dapat mengantarkan anak-anaknya hingga ke jenjang S3 di Hokaido, Jepang. Sebelumnya, gelar S2 telah diraih sang anak dari Universitas Gadjah Mada dan S1 di Universitas Negeri Yogyakarta.

"Mau masuk S1 Sakti nangis karena ada yang bilang, mbokne ae golek utangan anake mau kuliah (ibunya saja cari utangan anaknya mau kuliah). Lalu saya bilang, ngene le rezeki urip pati bukan dwe mereka, tapi punyanya Gusti Allah sing penting niat (begini nak, rezeki, hidup dan mati itu milik Allah yang penting niat)," ujar Yuniati.

4 dari 4 halaman

Biayai 7 Anak Rela Jadi Tukang Tambal Ban

tambal ban. ©imageshack.us

Emak Masitoh, wanita asal Palembang ini rela menjadi tukang tambal ban untuk membiayai 7 anaknya, 2 diantaranya yang masih duduk di bangku sekolah.

Ia bercerita tidak mudah menjadi tukang tambal ban, cibiran kerap kali ia terima. Tapi semua itu tidak ia simpan dalam hati. "kita benar-benar bekerja, demi membiayai anak," kata Emak Masitoh. [has]

Baca juga:
Cerita Adik Ahok di Hari Ibu: Mama Minta Guru Saya Tidak Naikin Kelas
Mahfud MD Memaknai Hari Ibu: Masa Depan Bangsa Terletak pada Kaum Perempuan
Kegembiraan Guru PAUD Peringati Hari Ibu
Megawati: Hari Ibu Momentum Gerakan Politik Perempuan Indonesia
Kim kardashian rela sogok anak pakai lolipop demi foto bareng di hari ibu!

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini