Peringatan 20 Tahun Gempa Jogja: Momentum Perkuat Kesiapsiagaan Bencana DIY
Peringatan 20 tahun Gempa Jogja menjadi pengingat penting bagi DIY untuk terus mengukur dan meningkatkan Kesiapsiagaan Bencana DIY, demi menghadapi potensi ancaman di masa depan.
Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menegaskan bahwa peringatan 20 tahun Gempa Jogja harus menjadi momentum krusial bagi seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat. Hal ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana pembelajaran dan kesiapsiagaan terhadap risiko bencana telah dicapai. Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menyampaikan hal ini dalam keterangannya di Yogyakarta, Minggu, 24 Mei 2026.
Ni Made menjelaskan, belajar dari pengalaman pahit Gempa 2006, Pemda DIY secara konsisten berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang mengancam wilayahnya. Kesiapsiagaan ini bukan hanya sekadar tindakan sesaat, melainkan sebuah ekosistem komprehensif yang harus terus dibangun dan diperkuat.
Menurut Ni Made, ekosistem kesiapsiagaan mencakup infrastruktur umum yang aman dan berfungsi saat darurat, sistem informasi serta peringatan dini yang cepat, akurat, dan mudah dipahami warga. Selain itu, pendidikan kebencanaan sejak dini juga menjadi pilar penting dalam upaya mitigasi risiko.
Membangun Budaya Kesiapsiagaan Bencana
Pengalaman DIY dalam menghadapi Gempa 2006 harus menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan kebencanaan yang lebih matang dan terarah ke depan. Kesiapsiagaan tidak cukup hanya diwujudkan dalam bentuk tindakan reaktif, tetapi perlu ditanamkan sebagai budaya hidup yang melekat di tengah masyarakat.
Falsafah Jawa seperti Eling lan waspada serta Hamemayu Hayuning Bawana menjadi pengingat penting bagi masyarakat. Falsafah ini mendorong kesadaran akan situasi sekitar, kewaspadaan terhadap berbagai kemungkinan, dan menjaga harmoni antara manusia dengan lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab kolektif.
Ni Made mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kesiapsiagaan sebagai budaya hidup sehari-hari. Peringatan 20 tahun gempa ini adalah janji bersama bahwa setiap pembangunan harus mempertimbangkan aspek keselamatan, dan setiap warga berhak hidup dalam lingkungan yang lebih siap, tangguh, dan berdaya.
Ekosistem Kesiapsiagaan yang Komprehensif
Solidaritas masyarakat menjadi kekuatan utama yang terbukti saat Gempa 2006, di mana warga menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana. Mulai dari evakuasi, pemberian pertolongan, hingga pemulihan pascabencana dilakukan secara gotong-royong di tengah berbagai keterbatasan.
Dari pengalaman tersebut, Pemda DIY menyadari pentingnya mengimbangi solidaritas masyarakat dengan kesiapsiagaan yang dibangun sejak dini. Tujuannya adalah untuk meminimalkan risiko korban maupun kerugian yang mungkin timbul akibat bencana.
Upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana tidak hanya dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi masif pada masyarakat, tetapi juga dengan memperluas kolaborasi bersama berbagai elemen. Pemda DIY juga mematangkan kesiapan personel penyelamat dan memanfaatkan teknologi berbasis data.
Teknologi berbasis data sangat mendukung kemudahan identifikasi potensi bencana dan perumusan langkah mitigasi yang efektif. Hal ini sejalan dengan pernyataan Ni Made bahwa keselamatan hanya dapat tumbuh dari kesiapsiagaan yang dibangun secara terus-menerus, jauh sebelum bencana terjadi.
- Infrastruktur umum yang aman dan berfungsi saat darurat.
- Sistem informasi dan peringatan dini yang cepat, akurat, dan mudah dipahami warga.
- Pendidikan kebencanaan sejak dini.
- Pemanfaatan teknologi berbasis data untuk identifikasi potensi bencana dan mitigasi.
Sumber: AntaraNews