hot issue

Perilaku Korup Turun Temurun di Kursi Wali Kota Cimahi

Jumat, 27 November 2020 16:01 Reporter : Henny Rachma Sari
Perilaku Korup Turun Temurun di Kursi Wali Kota Cimahi Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna. ©2020 Instagram/ajaympriatna

Merdeka.com - Wali Kota Cimahi Ajay Priatna terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Wali Kota Cimahi periode 2017-2022 tersebut tersandung dugaan korupsi pengadaan aset RS Kasih Bunda Cimahi dengan total komitmen fee senilai Rp3,2 miliar.

Selain Ajay yang dicokok KPK, duit Rp420 juta turut diamankan penyidik.

Ajay Priatna menjadi Wali Kota Cimahi ketiga yang terjerat kasus korupsi dan berurusan dengan KPK. Sebelumnya ada Atty Suharti Tochija Wali Kota Cimahi periode 2012-2017 serta Itoc Tochija Wali Kota Cimahi 2001-2007.

Berikut kasus yang menjerat tiga Wali Kota Cimahi

Ajay Priatna

Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna terjaring operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK. Kasus yang menjeratnya terkait dugaan korupsi proyek pengadaan pembangunan RS Kasih Bunda Cimahi.

"Dugaan walkot melakukan korupsi dalam proyek pengadaan pembangunan RS di Cimahi," Ketua KPK Firli Bahuri.

Sumber di internal KPK menyebut, tim penindakan mengamankan barang bukti uang sebesar Rp420 juta.

Atty Suharti

Atty Suharti ditangkap KPK saat berstatus Wali Kota Cimahi pada Desember 2016. Atty terjaring operasi tangkap tangan menerima uang Rp500 juta yang ditransfer ke rekening suaminya yakni Itoc Tochija. Untuk diketahui, Itoc merupakan Wali Kota Cimahi dua periode sejak periode 2002-2012.

Sekadar diketahui, Atty dan Itoc dalam dakwaannya disebutkan telah menerima uang komitmen atau fee secara bertahap dengan total Rp3,9 miliar dari pengusaha Hendriza Soleh, Triswara (berkas terpisah), dan Samiran pada Desember 2015-2016.

Atty Suharti yang dijatuhi hukuman empat tahun penjara. Sementara suaminya Itoc dijatuhi hukuman enam tahun. Selain hukuman fisik, Atty dan Itoc juga diharuskan membayar denda Rp200 juta. Atau diganti kurungan subsider kurungan dua bulan.

Vonis dijatuhkan pada pasangan suami istri itu di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor, Jalan LL RE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (30/8/2012).

‎"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa satu Atty Suharti hukuman empat tahun, dan terdakwa dua Itoc Tochija enam tahun penjara," kata Ketua Majelis Hakim Sri Mumpuni dalam amar putusannya.

Itoc Tochija

Itoc Tochija merupakan Wali Kota Cimahi pertama. Dia menjabat periode 2001-2012. Itoc meninggalkan jejak terjerat dua kasus korupsi.

Kasus pertama terkait korupsi pembangunan Pasar Atas Kota Cimahi, Itoc divonis tujuh tahun penjara. Dalam kasus ini, dia didakwa melakukan korupsi bersama istrinya Atty.

Belum selesai menjalani hukuman penjara, Itoc kembali didakwa korupsi pembangunan Pasar Raya Cibereum. Saat sidang masih berlangsung, Itoc meninggal dunia di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung karena sakit jantung pada 14 September 2019. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini