Perekrutan ISIS, BIN curigai 16 WNI ke Turki belum kembali

Rabu, 4 Maret 2015 14:05 Reporter : Putri Artika R
Perekrutan ISIS, BIN curigai 16 WNI ke Turki belum kembali Kepala Badan Intelejen Negara Marciano Norman. ©2013 Merdeka.com/m. luthfi rahman

Merdeka.com - Kepala badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman mengungkapkan pihaknya terus mendalami persoalan terorisme yang dilakukan ISIS. Termasuk pengamatan terhadap Warga Negara Indonesia yang melakukan perjalanan ke negara-negara yang diduga terdapat kelompok radikal tersebut.

Hingga saat ini, Marciano mengatakan ada temuan 16 WNI yang melakukan perjalanan ke Turki belum juga kembali.

"Masalah ISIS sekarang kita memang terus kembangkan ya. Seperti yang berkaitan dengan kemarin ada 16 WNI yang ikut dengan salah satu biro perjalanan ke Turki dan 16 itu pada saatnya harus kembali ke Indonesia sampai saat ini belum kembali," ujar Marciano di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (4/3).

Atas hal itu, Marciano mengaku langsung berkoordinasi dengan kepolisian negara setempat untuk melakukan pencarian ke mana 16 WNI itu berada. "Itu langkah yang kita ambil, kita kerjasama dengan badan intelijen maupun kepolisian Turki untuk mereka juga mencari WNI itu," ujarnya.

Menurut Marciano, agen perjalanan keluar negeri merupakan modus baru yang dipakai teroris untuk merekrut anggotanya. Dia mengatakan modus ini juga pernah dipakai dalam pengiriman TKI yang umroh, dan hingga saat ini belum kembali.

"Itu modus baru, tetapi mungkin modus ini juga pernah dilakukan oleh TKI-TKI kita yang pada saat umroh tidak kembali. Itu juga pernah dilakukan," ujarnya.

Saat ini, BIN tengah melakukan pendalaman terhadap salah satu agen perjalanan yang diduga terlibat jaringan terorisme ISIS itu. "Ada dari salah satu biro perjalanan yang sudah kita tahu dan kita sedang melakukan pendalaman," ujarnya. [ren]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini