Perekam Kapolsek Belawan Terdiam Saat Warga Tawuran Bakal Dipanggil Polisi

Kamis, 22 Juli 2021 17:35 Reporter : Bachtiarudin Alam
Perekam Kapolsek Belawan Terdiam Saat Warga Tawuran Bakal Dipanggil Polisi Ilustrasi Polisi. ©2015 merdeka.com/imam mubarok

Merdeka.com - Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan jika perekam video Kapolsek Belawan Kompol Daniel Naibaho yang terdiam saat terjadi tawuran bisa saja diperiksa untuk dimintai keterangan. Pasalnya, narasi bahasa yang dikeluarkan si perekam terkesan memprovokatif.

"Yang ada di video itu kan juga bahasanya memprovokasi sebenarnya. Iya, memprovokasi dia itu. Itu gampang, dia itu sudah memprovokasi, bisa kita dalami itu," kata Hadi saat dikonfirmasi, Kamis (22/7).

Walaupun demikian, Hadi memuju sikap Daniel selaku kapolsek yang memilih diam dan tak terselut emosi dari narasi yang dilontarkan perekam.

"Dengan memprovokasi seperti itu dan kapolsek dengan masih tenangnya dia untuk tidak bereaktif dengan tindakan provokasi orang itu yang memvideokan. Kapolsek masih tetap menahan diri itu sudah tindakan yang bagus dan tepat," papar Hadi.

Sebelumnya, telah diketahui bahwa alasan sikap dari Kompol Daniel yang kala itu tidak bertindak. Ternyata, karena sudah mengukur kemampuan anggota yang tidak sebanding dengan warga sedang tawuran.

"Ya sekarang kan posisi kapolsek datangi TKP hanya dengan beberapa orang. Ya memang tidak salah warga menuntut supaya kapolsek bertindak. Tapi kan polisi bertindak juga harus mengukur tingkat kemampuan personel juga," kata Hadi.

Sehingga, Hadi mengatakan apa yang dilakukan Kapolsek telah berdasarkan pertimbangan dengan melihat kekuatan dari personelnya yang saat itu kurang. Alhasil, kedatangan Daniel saat itu memilih berdialog kepada warga untuk melerai kericuhan.

"Jangan sampai kita yang malah bukan mempersempit ruang, malah memperlebar ruang. Karena kekuatan personel kita yang kurang," ujar Hadi.

"Ya itu yang mungkin tidak dipahami oleh masyarakat. Tetapi yang jelas kapolsek dengan anggota beberapa datang itu sudah berusaha untuk melerai sebenarnya. Hanya saja pada saat dia datang itu, jumlah kekuatannya tidak sebanding dengan jumlah massa yang terlibat tawuran," tambahnya. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Polisi
  3. Tawuran
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini