Perdana! Indonesia jadi tuan rumah Festival Budaya Internasional

Kamis, 9 April 2015 17:43 Reporter : Marselinus Gual
Perdana! Indonesia jadi tuan rumah Festival Budaya Internasional Tarian tor tor. smaksangtimur-jkt.sch.id

Merdeka.com - Indonesia akan menjadi tuan rumah pergelaran festival bahasa dan budaya internasional atau International Festival of Language and Culture (IFLC) 2015. Acara ini diikuti 19 negara dengan lebih dari 100 pelajar dari berbagai belahan dunia dan digelar pada hari Sabtu pekan ini (11/4) dimulai dari pukul 13.30 WIB sampai 15.30 WIB di Taman Ismail Marzuki (TIM). Pengunjung festival bertaraf internasional ini tidak dipungut biaya.

"Acara festival dan budaya ini sudah bertahun-tahun. Ini yang ketiga belas. Selama ini diadakan di Turki dan sekarang di Indonesia untuk yang ketiga belas. Indonesia dipercayakan sebagai tuan rumah," terang Didik Rachbini, Ketua Pasiad dalam konferensi pers di kampus Paramadina, Jalan Jenderal Sudirman kav. 52-53, Pancoran, Jaksel, Kamis (9/4).

Menurut Didik, tujuan diadakannya festival akbar internasional ini, tak lain untuk memperkenalkan budaya tiap peserta festival. Festival ini diharapkan dapat membangun komunikasi budaya yang bersifat humanis dan akademik guna membangun suatu kultur kehidupan yang harmonis dan penuh toleransi.

"Acara ini sangat penting sebab budaya dan komunikasi lah yang mempertemukan kita. Di sana akan dibangun suatu komunikasi yang humanis yang darinya kita dapatkan kehidupan yang harmonis dan toleran. Melalui acara ini kita berupaya mendukung perdamaian dunia, persahabatan dan sikap saling memahami. Kita bertemu melalui budaya," lanjut Didik.

Sementara itu, Wakil Kepala Pasiad bidang pendidikan Husyein Kan mengatakan Indonesia dipilih sebagai tuan rumah mengingat wilayah Indonesia yang luas dan kaya akan budaya. Selain itu, Indonesia diharapkan akan menjadi pemimpin dunia di masa depan dalam bidang kemanusiaan dan budaya.

"Kita pilih Indonesia karena wilayah yang luas dan budaya yang banyak. Orang-orang sudah mengenal Indonesia sebagai bangsa yang ramah. Diharapkan Indonesia menjadi pemimpin di masa depan untuk budaya dan kemanusiaan," ujar Huseyin yang pernah membawakan pertunjukan budaya untuk dipentaskan di negaranya di Turki.

Acara festival budaya ini merupakan kerja sama antara Universitas Paramidana dan IFLC yang didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI, Yayasan Pasiad, dan Yayasan Yenbu Indonesia.

[rep]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini