Percepat Penurunan Stunting, Menkominfo Siapkan Dukungan Komunikasi dan Internet

Jumat, 14 Januari 2022 10:57 Reporter : Supriatin
Percepat Penurunan Stunting, Menkominfo Siapkan Dukungan Komunikasi dan Internet Menkominfo Johnny G. Plate. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo menargetkan, pada 2024 angka stunting di Indonesia menurun jadi 14 persen. Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyiapkan tiga program.

Pertama, program strategis komunikasi publik. Kedua, penyediaan pusat data dan infrastruktur teknologi informasi. Ketiga, komunikasi untuk akses internet.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan penanganan stunting perlu dimulai dengan melakukan sosialisasi skala nasional.

“Dirjen IKP Kominfo sudah menyiapkan program sosialisasi penurunan stunting, bahkan saya minta mulai di TV agar langsung dilaporkan kepada masyarakat,” katanya melalui keterangan tertulis, Jumat (14/1).

Menurutnya, komunikasi publik dilaksanakan sebagai bentuk kampanye pemerintah dengan berbagai macam strategi. Sedangkan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) juga perlu mengampanyekan secara efektif dengan menyasar masyarakat luas.

Johnny menjelaskan berdasarkan dokumen dari BKKBN berkaitan dengan percepatan penuruan stunting di Indonesia, masih terdapat beberapa provinsi dengan angka stunting rata-rata di atas 30 persen.

Padahal, Pemerintah menetapkan target stunting setiap tahunnya hanya 10 persen. Karena itu, Kemenkominfo mendorong upaya komunikasi juga dilakukan serius seiring dengan penanganan stunting.

“Saya mau korelasinya searah antara yang kita komunikasikan dengan program yang kita lakukan,” ujarnya.

Politikus Partai NasDem ini memastikan akan membantu menyediakan aplikasi dan pusat data melalui Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik. Namun, dia menekankan agar kebutuhan kapasitas data sudah harus siap.

Johnny juga menyatakan siap berkolaborasi dengan BKKBN dengan memperhatikan korelasi program pemerintah pusat yang berkaitan dengan percepatan penurunan stunting di Indonesia. Menurutnya, ketahanan dan kedaulatan bangsa dalam pengelolaan data pribadi anak yang mengalami stunting sangat diperlukan.

“Pusat datanya harus bagus. Jangan sampai menaruh di tempat yang tidak dikawal enkripsinya dengan baik. Jadi, jangan sampai teknologi pusat datanya lemah,” tandasnya.

Selain itu, dia berjanji menyiapkan dukungan infrastruktur TIK di wilayah 3T (terdepan, tertinggal, dan terpencil) maupun di wilayah non-3T. Sejalan dengan itu, pihaknya akan memastikan ketersediaan jaringan internet.

“Kalau di tingkat kecamatan, seharusnya sudah tidak ada yang blankspot. Kalau di wilayah 3T, saya akan lihat apakah desa terkait sudah ada dalam program Kominfo. Sedangkan kalau yang akses internet, saya akan langsung hubungkan ke satelit,” tutupnya..

2 dari 2 halaman

Stunting 2021 Turun

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan meluncurkan Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021. Hasil studi menunjukkan, angka masalah gizi kronis atau stunting 2021 turun 3,3 persen dari data 2019.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono mengatakan pada 2018, angka stunting mencapai 30,8 persen. Sementara pada 2019 turun menjadi 27,7 persen, kemudian pada 2021 kembali turun menjadi 24,4 persen.

"Secara umum, tren status gizi membaik dari tahun ke tahun. Kalau kita lihat tahun 2018, 2019, 2020 angka stuntingnya menurun. Sekarang menjadi 24,4 persen," ungkapnya dalam Launching Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), Senin (27/12).

Sejak 2018 hingga 2019, Kementerian Kesehatan menemukan terjadi pergeseran kelompok usia dengan stunting tertinggi. Pada 2018, kejadian stunting paling banyak terjadi pada anak usia 12 sampai 23 bulan. Sedangkan pada 2019, stunting cenderung terjadi pada usia 24 sampai 35 bulan.

"Di sisi lain, kelompok usia 0 sampai 5 dan 6 sampai 11 bulan, mengalami penurunan (stunting) dari 2018 dan 2019. Ini harus mendapat perhatian dengan memperhatikan penurunan kelompok umur tersebut, kita akan melakukan intervensi yang lebih akurat lagi," ujarnya.

Dante mencatat, ada tiga provinsi yang memiliki angka stunting terendah pada 2021, yakni Bali 10,9 persen, DKI Jakarta 16,8 persen, dan DI Yogyakarta 17,3 persen.

Sejalan dengan stunting, angka wasting juga menurun. Pada 2018, angka wasting sebesar 10,2 persen. Kemudian pada 2019 turun menjadi 7,4 persen. Di 2021, wasting kembali merosot ke angka 7,1 persen.

Menurut Dante, ada tiga provinsi yang memiliki angka wasting terendah pada 2021, yakni Bali 3 persen, Bengkulu 5 persen, dan Jawa Barat 5,3 persen.

"Sedangkan di lain pihak, angka obesitas juga semakin menurun pada anak-anak dari 2018 yang 8, 2019 4,5, 2021 menurun jadi 3,8 persen. Saya kira menurun sebanyak 0,7 persen dibandingkan 2019," sambungnya.

Berbeda dengan stunting, wasting dan obesitas, masalah berat badan kurang atau underwight meningkat pada 2021. Data 2019 hanya 16,3, pada 2021 naik menjadi 17. Namun, angka underwight di Indonesia pada 2021 lebih rendah dari 2018 yang mencapai 17,7.

Dante menyebut, dari seluruh provinsi di Indonesia, Bali masuk kategori terbaik. Sebab, Pulau Dewata itu meraih angka stunting di bawah 20 persen dan wasting kurang dari 5 persen.

"Kita tahu capaian yang ingin kita capai adalah 20 persen stunting dan 5 persen untuk wasted," ucapnya.

Kementerian Kesehatan melakukan studi gizi sejak 2019. Upaya ini dilakukan untuk membantu percepatan intervensi penanganan stunting. Publikasi data stunting pada 2021 ini berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Laporan Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) akan menjadi dasar penetapan dana insentif daerah (DID) kabupaten dan kota setiap tahun oleh Kementerian Keuangan. [ray]

Baca juga:
KSP Diminta Berperan Memastikan Program Penurunan Stunting Sesuai Arahan Presiden
Berjibaku Pemerintah Turunkan Stunting 14 Persen pada 2024
Presiden Jokowi Minta Menkes Turunkan Angka Stunting 3 Persen Tahun Depan
Cegah Stunting, Menkes Budi akan Tambah Imunisasi untuk Bayi
Presiden Minta Program Penurunan Stunting Fokus dan Bukan Sekadar Seremonial

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini