Perburuan Harta Karun Sriwijaya

Sabtu, 26 Oktober 2019 05:02 Reporter : Irwanto
Perburuan Harta Karun Sriwijaya Mencari Harta Karun Sriwijaya di Cengal. ©2019 Merdeka.com/Irwanto

Merdeka.com - Setiap hari ratusan warga berduyun-duyun mendatangi Sungai Pelimbangan di Desa Pelimbangan, Kecamatan Cengal, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Mereka meninggalkan pekerjaannya sebagai petani demi memburu harta karun diduga peninggalan Kerajaan Sriwijaya.

Merdeka.com berkesempatan melihat secara langsung aktivitas warga yang telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Dari Palembang, merdeka.com menumpangi mobil travel menuju rumah keluarga di Dusun Kuningan, Kecamatan Sungai Menang.

Perjalanan ditempuh selama lima jam dari Palembang. Dusun itu berada di perbatasan antara Kecamatan Sungai Menang dan Cengal. Beberapa desa setelahnya terdapat Desa Sungai Ceper yang dikenal sebagai kampung produksi senjata api rakitan atau ilegal.

Untuk menuju desa itu diperlukan kendaraan yang laik dan fisik yang prima. Sebab, hampir sepanjang jalan menuju Kuningan dari ibukota kabupaten, Kayuagung, jalannya rusak parah.

Puluhan kilometer jalan hanya tanah merah berlobang. Jika berpapasan dengan kendaraan lain atau membelakangi mobil, debu tebal menutupi jalan sehingga mengganggu jarak pandang pengemudi.

Sisi kiri kanan jalan nampak perkebunan sawit dan karet milik perusahaan. Ada juga lahan bekas terbakar yang terlihat nampak baru.

Beruntung, jaringan listrik di Dusun Kuningan dan sekitarnya sudah terpasang, itu pun baru dua tiga tahun terakhir. Sebelumya, mereka menggunakan alat pembangkit listrik tenaga surya untuk penerangan.

Menurut Tador (45), warga Kuningan, jalan menuju desanya awalnya dibangun perusahaan yang beroperasi di sana atas permintaan warga setempat. Meski demikian, jalan itu menjadi akses satu-satunya menghubungkan antar desa dan antar kecamatan di kawasan Pantai Timur OKI.

"Kami bisa melewati jalan ini ketika musim kering saja, kalau musim hujan tidak bisa sama sekali. Siapa nekat melintas pasti kecelakaan atau kendaraannya tak bisa bergerak sama sekali," ungkap Tador kepada merdeka.com beberapa hari lalu.

Sejak dibangun, jalan itu tak pernah diperbaiki, apalagi dilakukan pengaspalan. Mereka hanya mendapati janji politik dari calon bupati saat Pilkada atau calon legislatif ketika pemilu agar mendapatkan suara.

"Janji-janji politik itu tinggal janji saja, berpuluh-puluh tahun kami tidak pernah menikmati jalan cor atau aspal. Untung ada listrik, kalau tidak dusun kami seperti kampung mati," ujarnya.

Keesokan harinya, merdeka.com mendatangi lokasi perburuan emas menggunakan sepeda motor. Lagi-lagi jalan yang dilewati tak kalah buruk dari akses lainnya.

Untuk menghindari debu, gaet memilih jalan pintas melewati kebun karet. Jalan itu jarang digunakan warga sehingga jarang sekali berjumpa dengan pemotor lain. Hanya babi hutan dan monyet yang berkeliaran mencari makan.

Satu jam berlalu, tibalah di Desa Cengal. Di sana istirahat sejenak sekedar memulihkan punggung yang terasa pegal akibat guncangan jalan rusak parah.

Dari Cengal menuju lokasi perburuan cukup jauh, memakan waktu dua jam. Soal jalan, tak kalah buruknya dengan jalan yang dilalui sebelumnya. Jika bernasib sial, ban bocor atau kerusakan mesin tak bisa dihindari.

Sungai Pelimbangan yang menjadi tempat pencarian harta karun berada di rawa-rawa, perbatasan perkebunan sawit perusahaan dan persawahan masyarakat. Untuk menjangkaunya melewati jalan tanah yang dibangun dari bekas normalisasi sungai, ada juga sengaja dibangun perusahaan untuk mengangkut hasil produksinya.

Sepanjang perjalanan dari Desa Pelimbangan menuju Sungai Pelimbangan, banyak ditemukan lahan-lahan bekas terbakar, bahkan masih terdapat sisa api dan asap di lahan gambut. Rumah-rumah walet dibangun di atas persawahan warga.

"Kayaknya kebakaran di sini sudah dibiarkan, helikopter tidak terlihat lagi, mungkin mereka sudah frustasi, api tak kunjung padam," kata guide yang menemani merdeka.com.

Baca Selanjutnya: Kondisi Lokasi Pencarian Harta Karun...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini