Peras Kontraktor Rp1 M, Eks Pejabat PDAM Surabaya Terduduk Lemas di Kursi Pesakitan

Rabu, 19 Juni 2019 04:00 Reporter : Erwin Yohanes
Peras Kontraktor Rp1 M, Eks Pejabat PDAM Surabaya Terduduk Lemas di Kursi Pesakitan mantan pejabat PDAM, Retno Tri Utomo. ©2019 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - Retno Tri Utomo, mantan pejabat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Surabaya terlihat lemas saat berada di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Sebab, ia harus duduk di kursi pesakitan lantaran didakwa melakukan pemerasan sebesar Rp1 miliar terhadap seorang kontraktor swasta di Surabaya.

Pemerasan yang dilakukan oleh warga Perum Gunung Sari Indah, Kecamatan Karang Pilang, Surabaya ini terungkap dari dakwaan jaksa penuntut umum Kejaksaan Agung.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Harwiyadi mengatakan, terdakwa dijerat dengan pasal 12 huruf a Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi. Serta pasal 23 Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi Jo pasal 421 KUHP tentang penyalahgunaan kekuasaan.

Retno Tri Utomo merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PDAM Surya Sembada Kota Surabaya. Ia ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Tersangka telah melakukan tindak pidana pemerasan atau menyalahgunakan kewenangannya untuk meminta sejumlah uang pada kontraktor yang tengah menangani proyek-proyek di lingkungan PDAM Surya Sembada Kota Surabaya," katanya, Selasa (18/6).

Dalam kasus ini Retno diduga memeras Chandra Ariyanto, Direktur PT Cipta Wisesa Bersama. Terdakwa diduga memaksa Chandra agar memberikan uang sebesar Rp1 miliar. Modus yang dilakukan, mengancam korban jika tak diberi uang, tidak akan dapat ikut lelang di PDAM.

Chandra diketahui merupakan kontraktor penyedia barang dan jasa pekerjaan jaringan pipa di BUMD milik Pemkot Surabaya. Jaringan pipa itu dipasang di Jalan Rungkut Madya-Jalan Kenjeran (MERR) sisi timur.

Ia menambahkan, dalam kesaksiannya, Chandra mengaku sudah delapan kali melakukan transfer pada terdakwa. Namun baru total nilai sebesar Rp900 juta yang dapat dipenuhinya. "Selama itu, korban ini mengirimkan uang sebanyak delapan kali ke rekening yang diberikan terdakwa," tandasnya.

Pria yang akrab disapa Wiwid ini mengatakan, selain kesaksian Candra, hari ini harusnya ada dua saksi lagi PT Cipta Wisesa Bersama yang memberikan keterangan di persidangan. Namun mereka tidak hadir dengan alasan yang tidak jelas.

"Maka dari itu kami meminta untuk ditunda saja sidangnya," bebernya.

Sementara itu, terdakwa Retno Tri Utomo, enggan melayani pertanyaan sejumlah wartawan. Ia memilih bungkam dan masuk ruang tahanan, serta hanya menundukkan kepalanya saja ketika ditemui sejumlah wartawan. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Pemerasan
  2. Surabaya
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini