Penyiksa TKI di Malaysia terancam 3 tahun penjara

Jumat, 30 November 2012 09:42 Reporter : Muhammad Hasits
Penyiksa TKI di Malaysia terancam 3 tahun penjara

Merdeka.com - Khor Chia Lin (29), pemilik salon di daerah Sungai Petani, Kedah, Malaysia didakwa telah menganiaya Suryani Abdullah (24), pembantu rumah tangga asal Indonesia. Suryani dipukul dengan batang kayu pembersih lantai ke wajah dan tubuhnya sehingga mengakibatkan cedera.

Seperti dilansir dari antara, Jumat (30/11), Pengadilan Majistret di Sungai Petani telah mendakwa pelaku melakukan penganiayaan pada 23 November 2012 lalu di rumah nomor 22, Taman Petani Indah, Kedah.

Pelaku didakwa melanggar pasal 324 Kanun Keseksaan dengan ancaman hukuman tiga tahun penjara dan atau denda (sabetan). Namun, pelaku tetap membantah dakwaan majelis hakim.

Menanggapi dakwaan ini, pengacara Khor Chia Lin, Loo Yok Khin memohon kepada majelis hakim agar terdakwa tidak ditahan. Alasannya, selama pemeriksaan di polisi terdakwa kooperatif.

Terdakwa memberikan jaminan 5.000 ringgit atau sekitar Rp 15 juta dengan seorang penjamin. Kasus akan kembali disidangkan pada 2 Januari 2013.

Sedangkan ibu terdakwa yang sebelumnya turut ditahan, akhirnya dibebaskan karena tidak terbukti terlibat dalam kasus tersebut.

Sementara itu, Konjen Penang, Sofiana Mufidah yang hadir menyaksikan persidangan menjelaskan bahwa proses hukum sudah berjalan dan berharap bisa terselesaikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ia juga mengatakan bahwa Suryani kini berada dalam penjagaan perwakilan Republik Indonesia di Penang.

"Kondisi dia masih lemah, tapi sudah menunjukkan tanda-tanda pemulihan," katanya.

Sebelumnya, Suryani dipukuli oleh majikannya di Kedah, Malaysia gara-gara persoalan sepele karena dia terlambat bangun pagi. Suryani mengaku, kekejaman majikannya sudah berlangsung sejak ia mulai bekerja enam bulan lalu.

Tidak tahan terus dipukuli dan sering dimaki-maki, bahkan diancam dipulangkan, akhirnya dia memutuskan untuk lari dari rumah majikannya. Dia mengaku sering diancam dipulangkan ke Indonesia jika enggan menuruti perintah majikan.

"Majikan saya selalu minta saya mengerjakan banyak pekerjaan. Pada Jumat lalu (23/11) saya bekerja hingga malam. Karena terlalu letih, keesokan harinya, saya terlambat bangun sekitar pukul 07.00 pagi. Majikan pun marah dan tidak senang dengan alasan terlambat bangun itu," ungkapnya.

Kemudian, majikannya bertindak kasar dengan memukul tangan, badan dan wajahnya dengan benda keras hingga bengkak dan sakit. [has]

Topik berita Terkait:
  1. Penganiayaan TKI
  2. TKI Malaysia
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini