Penyerapan Anggaran Tak Maksimal, Ridwan Kamil Sebut WFH Kurangi Produktivitas

Kamis, 16 Juli 2020 15:17 Reporter : Aksara Bebey
Penyerapan Anggaran Tak Maksimal, Ridwan Kamil Sebut WFH Kurangi Produktivitas Ridwan Kamil. Liputan6.com ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menilai konsep work from home (WFH) atau bekerja di rumah membuat produktivitas berkurang. Hal ini menghambat penyerapan anggaran terutama dari sektor belanja negara sebagai satu sumber penggerak ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Dia mengatakan, setelah tak lagi melanjutkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat provinsi, pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah tidak lagi memberlakukan WFH.

"(Yang memberlakukan WFH dan tidak) masih 50:50. Masih ada yang belum (melepas WFH) tapi ada yang sudah (tidak memberlakukan WFH), karena hasil evaluasi, WFH ini kurang produktif. Jadi indikator kinerjanya, artinya penugasan-penugasannya kurang produktif. Bahwa secara fisik WFH-nya benar, tapi output kerjaan tidak memperkuat (produktivitas),” kata dia di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (16/7).

"Salah satunya penyerapan anggaran kita nih masih belum maksimal. Kemarin rapat di Istana Bogor, ekonomi kita di caturwulan II ini minus 4 (tingkat) se-Indonesia. Pak jokowi memerintahkan, bulan Juli, Agustus, September belanja negara sebagai satu satunya sumber penggerak ekonomi untuk dipush pembelanjaannya," ujar dia.

Dengan kebijakan WFH ketika PSBB, ada beberapa dinas yang tidak bisa ke lapangan untuk melakukan pembelanjaan secara maksimal. dia berharap hal ini bisa diatasi dengan tetap meningkatkan kewaspadaan.

"Mudah-mudahan dengan naiknya kinerja dan penyerapan se-indonesia, (pertumbuhan ekonomi IndonesiA dan Jabr) kita tidak minus," imbuh Ridwan Kamil.

Baca Selanjutnya: Di sisi lain Dia mengklaim...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini