Polda Metro benarkan penyerang pospol Tangerang punya 2 kakak polisi

Kamis, 20 Oktober 2016 14:53 Reporter : Adriana Megawati
Polda Metro benarkan penyerang pospol Tangerang punya 2 kakak polisi Lokasi penyerangan Pospol Cikokol. ©2016 merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono menuturkan SA, penyerang pospol di Tangerang merupakan adik kandung dari dua anggota kepolisian. Dijelaskannya, bahwa SA merupakan anak bungsu dari empat bersaudara.

Kakak pertama SA, bertugas di Reserse Narkoba Polres Metro Tangerang dan kakak kedua SA bertugas di Satuan Lalu Lintas Polres Metro Tangerang. "Iya benar dia anak bungsu, dua kakaknya anggota polisi," jelas Awi saat dikonfirmasi, Kamis (20/10).

Awi melanjutkan, SA tinggal lagi bersama kedua orang kakaknya. Sebab, saat ini dia tinggal seorang diri di kawasan Lebak Wangi RT03/RW04 Kelurahan Sepatan, Tangerang, Banten.

Namun, berdasarkan foto Kartu Identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Izin Mengemudi (SIM) serta Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) menunjukkan bahwa SA berdomisili di Asrama Polri, Jalan KS Tubun, RT03/RW04, Kelurahan Pasar Naru, Kecamatan Karawaci, Tangerang, Banten.

"Dia (SA) sudah tinggal di Sepatan itu," lanjutnya.

Selain itu, Awi juga menyatakan bahwa SA telah meninggal dunia saat akan dipindahkan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang Kota menuju Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur. SA meninggal karena kehabisan darah.

"Itu akibat luka dua tembakan di kaki dan satu yang mengenai perut," tandas Awi.

Sebelumnya, Seorang pria berinisial SA (22) melakukan penyerangan secara membabi buta di Pospol Cikokol, Tangerang. Akibat penyerangan itu, Kapolsek Tangerang Kompol Efendi serta dua anggotanya Bripka Sukardi dan Iptu Bambang H mengalami luka tusukan serius di bagian punggung dan dada.

Bukan hanya menyerang dengan senjata tajam pelaku juga sempat melemparkan sebuah pipa diduga bom ke dalam Pospol. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar menyebut aksi itu merupakan bagian dari teror.

"Ini termasuk aksi teror dan diduga terlibat dalam jaringan teroris, perbuatan mirip dan patut kita duga jaringan dengan teror," kata Boy di Gedung Humas Polri, Jakarta, Kamis (20/10). [eko]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini