Penyerang Polantas di Palembang Pernah Dirawat Akibat Gangguan Kejiwaan

Sabtu, 5 Juni 2021 20:08 Reporter : Irwanto
Penyerang Polantas di Palembang Pernah Dirawat Akibat Gangguan Kejiwaan Terduga Teroris Penyerang Anggota Polantas Palembang. ©2021 Merdeka.com/Irwanto

Merdeka.com - Penyerangan terhadap seorang anggota polisi lalu lintas Polrestabes Palembang Bripka Ridho Oktonardo disebut-sebut tak ada kaitannya dengan aksi terorisme. Pelaku MI (34) diketahui pernah mengalami gangguan kejiwaan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Hisar Siallagan mengungkapkan, pelaku pernah dirawat di Rumah Sakit Erlandi Bahar Palembang (RS Jiwa) pada 2009-2011 dibuktikan dengan surat riwayat penyakitnya. Begitu sembuh, pelaku sempat bekerja sebagai sopir angkutan daring dan saat ini bekerja serabutan.

"Itu didapat dari keterangan ibu pelaku. Pelaku pernah mengidap gangguan jiwa," kata Hinsar, Sabtu (5/6).

Dari penyelidikan, penyidik tidak menemukan fakta jaringan teroris yang diikuti pelaku. Di kontrakan pelaku hanya ditemukan beberapa pisau.

"Tidak ditemukan barang bukti yang berkaitan dengan aksi teroris, pergaulan pelaku tidak mengarah ke sana," ujar dia.

Untuk menentukan kasus ini, penyidik belum memutuskan akan dilakukan pemeriksaan kejiwaan bagi pelaku. Sebab selama diambil keterangan pelaku tidak menunjukkan gangguan jiwa.

"Komunikasinya juga lancar. Nanti dilihat perkembangannya," pungkasnya.

Sebelumnya, Anggota Satlantas Polrestabes Palembang Bripka Ridho Oktonardo mengalami luka tusuk di leher setelah diserang seorang pria yang mengaku teroris. Pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mako Brimob Polda Sumsel.

Penyerangan bermula saat korban bersama rekannya yang bertugas di pos lantas Simpang Sekip-Angkatan 66, Jalan Basuki Rahmat, Palembang, baru saja mendorong mobil pengendara yang mogok di TKP, Jumat (4/6) siang. Mobil itu mengganggu arus lalu lintas di depan pos.

Setelah itu, korban kembali ke pos untuk istirahat dan rekannya izin untuk membeli minuman. Tak lama kemudian, pelaku MI (41) datang menemui korban dengan maksud bertanya lokasi Jalan Demang Lebar Daun.

Saat korban menjelaskan tempat yang ditanyakan sambil menunjuk arah, pelaku langsung mencabut pisau yang disimpannya di pinggang. Pelaku menyerang korban dengan pisau ke bagian leher, bahu, dan tangan.

Serangan pelaku dibalas perlawanan oleh korban. Keduanya pun bergumul yang menyebabkan pisau pelaku terlepas.

Seketika, korban berteriak sambil memegangi pelaku. Teriakannya mengundang kerumunan warga ke TKP.

Korban berhasil dievakuasi ke Rumah Sakit Hermina dan selanjutnya dirujuk ke RS Polri M Hasan Palembang, sementara pelaku diamankan warga di dalam pos. Tak lama, anggota Jatanras Polda Sumsel datang ke lokasi dan membawa pelaku ke Mapolda Sumsel.

"Pelaku berpura-pura menanyakan alamat dan saat korban menjelaskan ketika itulah diserang pelaku," ungkap Kasubag Humas Polrestabes Palembang Kompol M Abdullah, Jumat (4/6).

Dia menjelaskan, korban masih dirawat dan kondisinya cukup stabil. Sedangkan pelaku dalam pemeriksaan oleh penyidik untuk mengungkap motif dan latarbelakangnya.

"Apakah pelaku kelompok teroris atau hanya mengaku-ngaku saja masih didalami," kata dia. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Penyerangan
  3. Polisi
  4. Palembang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini