Penyelundupan 28 paruh burung langka digagalkan petugas bandara

Sabtu, 23 Agustus 2014 11:11 Reporter : Mitra Ramadhan
Penyelundupan 28 paruh burung langka digagalkan petugas bandara Ilustrasi. ©2014 merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Petugas Balai Besar Karantina Hewan dan Pertanian menggagalkan penyelundupan 28 paruh burung Rangkong/Enggang gading di Terminal 2, Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Paruh burung yang termasuk satwa langka itu akan diselundupkan ke China untuk dijadikan bahan pembuat jamu.

"Ada 28 paruh burung yang berhasil kami amankan. Spesies burung Enggang merupakan satwa yang dilindungi di Indonesia. Kini sudah terancam terus menyusut," ujar Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Balai Besar Karantina Soekarno-Hatta, Zainal Abidin, Sabtu (23/8).

Zainal mengatakan, pihaknya sudah mengincar pelaku karena gerak-geriknya mencurigakan. Ketika digeledah, lanjut Zainal, petugas menemukan 28 paruh burung Rangkong/Enggang gading di dalam tas bawaannya. "Kami langsung mengambil organ tubuh hewan tersebut. Karena hewan ini termasuk satwa yang dilindungi, maka langsung kami sita," katanya.

Menurut Zainal, kerugian atas paruh burung yang dibunuh pemburu itu tak ternilai sebab burung tersebut nyaris punah. Namun jika dipasarkan, paruh tersebut dijual seharga Rp 2 juta perseratus gram.

"Tidak bisa diperkirakan kerugian atas upaya penyelundupan ini. Namun harga perseratus gram dijual seharga Rp 2 juta. Ya kisaran puluhan juta," imbuhnya.

Upaya ini salah satunya juga tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 7 /1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi. "Dan, burung enggang gading merupakan satwa dilindungi yang hingga saat ini keberadaannya nyaris punah akibat perburuan liar," terangnya. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. Penyelundupan Binatang
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini