Penyandang disabilitas di TPS 37 Bandung dipapah petugas PPS saat mencoblos

Rabu, 27 Juni 2018 12:51 Reporter : Aksara Bebey
Penyandang disabilitas di TPS 37 Bandung dipapah petugas PPS saat mencoblos Kesulitan Mencoblos untuk penyandang disabilitas. ©2018 Merdeka.com/Aksara Bebey

Merdeka.com - Seorang warga penyandang disabilitas pengguna kursi roda bernama Zulhamka Julianto Kadir menyayangkan sulitnya akses menuju bilik suara saat hendak mencoblos kepala daerah. Ia pun mempertanyakan komitmen Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat yang ingin pelaksanaan Pilkada menjangkau semua orang.

Dalam surat terbukanya, ia menyampaikan bahwa sebagai pemilih pengguna kursi roda sempat kesulitan menyalurkan suaranya dalam pemilihan umum untuk Gubernur Jabar dan Wali Kota Bandung di TPS 37. Lokasi TPS tersebut berada di halaman Taman Persada Asri 2, Jalan Rancabolang, kelurahan margasari, Kota Bandung.

Dia mengalami kesulitan dari mulai mendatangi TPS. Sebab, lapangan yang berbentuk kotak itu di tiap sisinya ada drainase.

"Saat tiba di lokasi TPS 37, saya harus diangkat oleh petugas, karena ada solokan (drainase), bagi kami pengguna kursi roda sangat sulit melewatinya," kata Zulhamka saat dihubungi, Rabu (27/6).

"Saat pencoblosan memang saya sendiri, tapi saat memasukan surat suara ke kotak suara, saya dibantu petugas lagi," katanya.

Apa yang dialaminya itu tidak sesuai dengan janji penyelenggara yang ingin membuat penyandang disabilitas, dalam hal ini pengguna kursi roda bisa melakukan pencoblosan secara mandiri.

"Saya sangat terbantu dengan petugas lapangan yang peka dan tanggap. Yang ingin ditekankan di sini adalah kami ingin mandiri. Kami ingin melakukannya sama seperti warga lain," ucapnya.

"Yang saya alami untuk hambatan difabel pengguna kursi roda, untuk yang mengalami hambatan lainnya (Tunanetra dsb) bukan kapasitas saya untuk menyampaikannya. Karena tidak saya alami secara langsung," kata pria yang tergabung dalam organisasi penyandang disabilitas, Bandung Independent Living Center (Bilic).

Ia mengaku sudah menyampaikan kebutuhan akses disabilitas kepada pihak penyelenggara dari tiga bulan lalum. "Namun sampai saat pencoblosan sepertinya diabaikan. Di grup WA juga banyak yang mengeluhkan hal yang serupa. Mudah-mudahan hal ini tidak terjadi di banyak tempat," pungkasnya. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini