Penusukan Wiranto, Universitas Mathla'ul Anwar Tolak Dikaitkan dengan Radikalisme

Senin, 14 Oktober 2019 16:28 Reporter : Iqbal Fadil
Penusukan Wiranto, Universitas Mathla'ul Anwar Tolak Dikaitkan dengan Radikalisme Kampus Unma Banten. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten menolak keras dikait-kaitkan dengan paham radikalisme ektrem dan terorisme. Secara kelembagaan maupun perorangan, UNMA sama sekali tidak ada kaitannya dengan organisasi teroris.

"Seluruh materi pelajaran di UNMA Banten maupun di 2.000 sekolah dan madrasah Mathla'ul Anwar di seluruh Indonesia tidak ada sedikit pun yang mengajarkan paham radikalisme ektrem dan terorisme," kata Wakil Rektor III UNMA, Ali Nurdin kepada wartawan, Senin (14/10).

Dia mengatakan, jika aparat mendapatkan bukti sahih mengenai adanya keterlibatan guru, dosen, pegawai, mahasiswa atau sivitas akademika UNMA Banten yang terindikasi menganut paham radikal ekstrem yang mengarah kepada tindakan terorisme, UNMA mempersilakan diproses secara hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

"UNMA Banten tidak akan ragu-ragu untuk memberhentikan setiap dosen, staf, maupun mahasiswa yang terbukti menganut paham radikal ekstrem dan menganjurkan terorisme," ujarnya.

Ali mengatakan, peristiwa penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto yang juga Ketua Dewan Penasehat Pengurus Besar Mathla'ul Anwar menunjukan bahwa masih ada warga masyarakat yang terpapar paham radikal ekstrem dan terorisme.

"UNMA Banten dan PB Mathla'ul Anwar telah menyatakan sikapnya mengutuk keras tindak kejahatan terhadap pejabat negara tersebut. Radikalisme yang menganjurkan perbuatan teror dan kekerasan bersenjata jelas bertentangan dengan ajaran agama dan nilai-nilai kemanusiaan universal, karena itu perlu dibasmi dan diberantas sampai ke akar-akarnya," tegasnya.

Sebagai Kampus yang bernaung dibawah organisasi Mathla'ul Anwar dengan misi utama mencerdaskan kehidupan ummat, UNMA Banten, kata Ali, akan terus memberikan pendidikan dan pencerahan kepada masyarakat mengenai bahaya paham radikal ekstrem ini.

"UNMA Banten senantiasa mengedepankan Islam yang Rahmatan lil Aalamin dan ajaran Ahlus-Sunnah wal Jamaah untuk membangun keharmonisan kehidupan baik sesama maupun antar umat," ujarnya.

"UNMA Banten membuka diri dan akan terus melakukan upaya penyadaran dan dakwah dalam rangka deradikalisasi bagi masyarakat yang terpapar paham radikal ekstrem," katanya.

Ali menambahkan, UNMA Banten yang saat ini mengasuh hampir 6.000 mahasiswa tersebar di 22 program studi dengan 200 dosen dan 120 staff dalam waktu dekat akan membentuk Pusat Kajian Deradikalisasi untuk lebih memahami dalam rangka mengantisipasi dan menangkal penyebaran paham radikal ektrem serta mendukung program-program deradikalisasi. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Wiranto Diserang
  2. Radikalisme
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini