Penumpang dari Singapura dan Malaysia akan diperiksa lebih ketat

Jumat, 8 Juli 2016 22:33 Reporter : Mitra Ramadhan
Penumpang dari Singapura dan Malaysia akan diperiksa lebih ketat Arus mudik di Bandara Soekarno Hatta. ©2014 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - PT Angkasa Pura II, pengelola Bandara Soekarno-Hatta, akan memperketat pengawasan dan pemeriksaan terhadap penumpang dari Singapura dan Malaysia. Alasannya, sering terjadi penyelundupan narkoba yang dibawa oleh penumpang dari dua negara tetangga itu.

"Jadi dalam diskusi kami dengan Kemenhub, ternyata banyak hal-hal yang tidak diinginkan masuk ke Indonesia dari dua Negara terdekat, yakni dari Singapura dan Malaysia. Oleh karenanya, Pak menteri akan menyetujui random check in, dari pesawat penumpang dua tujuan itu," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi saat berbincang di Terminal 2F, Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (8/7).

Pihaknya menunggu SK dari Kemenhub untuk pengawasan pengetatan terhadap penumpang dari dua negara tersebut. Pertimbangannya, ternyata ada barang-barang berbahaya dari luar negeri yang tidak diinginkan masuk ke Indonesia.

"Kita menunggu SK dari Kemenhub untuk melakukan itu. Pertimbangannya, karena skala sejak setahun ada barang-barang berbahaya yang masuk," tuturnya.

Barang berbahaya yang dimaksud yakni narkoba. Pengetatan akan dilakukan kepada penumpang yang datang, serta melakukan pengamanan tertutup yang sewaktu-waktu dapat dilihat oleh petugas yang tidak menggunakan pakaian seragam. "Adapun patroli kami akan dilakukan secara acak," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan akan membuat aturan untuk menerapkan pemeriksaan acak atau random checking kepada penumpang dari penerbangan internasional di semua bandara. Hal itu dia ungkapkan ketika berkunjung ke Jakarta Air Traffic Services Center (JATSC) Airnav Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (7/7/2016) lalu.

"Ada usulan dari Angkasa Pura II, beberapa hari kemarin Dirutnya bicara dengan saya dan saya juga setuju, nanti dibikin SOP (Standar Operasional Prosedur) bahwa penerbangan yang dari luar negeri itu, secara random atau sampling, akan diperiksa penumpang turunnya," kata Jonan. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini