Penularan Covid-19 di PON XX Akibat Interaksi Atlet Saat di Kamar-Makan Bersama

Selasa, 12 Oktober 2021 19:56 Reporter : Supriatin
Penularan Covid-19 di PON XX Akibat Interaksi Atlet Saat di Kamar-Makan Bersama Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. ©2020 Istimewa

Merdeka.com - Sebanyak 83 atlet pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua terkonfirmasi positif Covid-19. Kementerian Kesehatan melaporkan penularan Covid-19 pada PON XX terjadi akibat interaksi antarpeserta.

Hal ini diungkapkan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia.

“Sejauh ini, Kementerian Kesehatan melaporkan munculnya kasus positif yang ada akibat adanya interaksi antarpeserta dalam kamar dan saat makan bersama,” katanya, Selasa (12/10).

Selain itu, lanjut Wiku, sebagian atlet memilih menjadi penonton pertandingan olahraga PON XX. Sementara saat selebrasi, para atlet tidak menerapkan protokol kesehatan.

“Kadang-kadang pada saat selebrasi tidak taat protokol kesehatan,” jelasnya.

Menurut Wiku, pemerintah telah mengisolasi seluruh atlet yang terkonfirmasi positif Covid-19 di fasilitas isolasi terpusat. Mereka tidak diizinkan kembali ke daerah asal sebelum menjalani isolasi.

"Penanganan kasus positif yang ditemukan selama perhelatan PON XX berlangsung akan langsung diisolasi di tempat sebelum diizinkan pulang ke daerah asal sampai hasil tesnya negatif," terangnya.

Saat kembali ke daerah asal, Wiku meminta penyintas Covid-19 pada PON XX tetap melakukan tes RT-PCR selama dua kali dan karantina selama lima hari di fasilitas karantina atau isolasi terpusat. Ketentuan yang sama berlaku bagi seluruh kontingen PON XX.

"Sebagai bentuk kehati-hatian setiap kontingen walaupun sudah melakukan tes sebelum perjalanan, tetap wajib melakukan tes ulang dua kali saat tiba di daerah asal yang diikuti karantina lima hari di fasilitas yang telah disediakan Satgas atau pemerintah daerah setempat," ujarnya.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 telah mengeluarkan addendum kedua surat edaran Nomor 17 Tahun 2021 Tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Covid-19. Dalam addendum ketentuan F menyebutkan seluruh Kontingen PON XX Papua 2021, Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) PON, anggota KONI Pusat, serta pegawai kementerian/lembaga yang mengikuti atau bertugas di kegiatan PON XX Papua 2021 seminimalnya dalam kurun waktu tujuh hari wajib menjalankan protokol kesehatan pada saat kedatangan di tempat asal tujuannya.

Protokol kesehatan yang dimaksud yakni tes RT-PCR dan karantina selama 5 x 24 jam di fasilitas karantina/isolasi terpusat yang telah ditunjuk dan disiapkan oleh Pemerintah Provinsi dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Daerah masing-masing. Jika hasil tes RT-PCR menunjukkan positif Covid-19, maka dilakukan perawatan/isolasi di rumah sakit yang ditunjuk oleh Pemerintah Daerah.

Pada hari ke-4 karantina, dilakukan tes RT-PCR kedua. Jika hasil tes menunjukkan negatif Covid-19, maka yang bersangkutan diperkenankan melanjutkan perjalanan dan dianjurkan untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari serta menerapkan protokol kesehatan.

Namun, jika hasil RT-PCR kedua menunjukkan positif Covid-19, maka dilakukan perawatan/isolasi di rumah sakit yang ditunjuk oleh Pemerintah Daerah. Pemeriksaan tes RT-PCR ini dilakukan di laboratorium yang telah terverifikasi oleh Kementerian Kesehatan dan terhubung ke sistem Pedulilindungi. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini