Penjual Kerajinan Bambu di Depok Ditipu dan Diperas Pria Mengaku Petugas

Jumat, 12 Maret 2021 14:42 Reporter : Nur Fauziah
Penjual Kerajinan Bambu di Depok Ditipu dan Diperas Pria Mengaku Petugas Tangkapan layar video pengakuan korban. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang pedagang kerajinan tangan bambu, Alif (71), ditipu dan diperas di kawasan Curug, Bojongsari, Depok, sekitar Pondok Pesantren Baitul Hikmah, Jumat (12/3) pagi. Tas berisi dompet dan ponselnya dilarikan pelaku yang mengaku sebagai petugas.

Pengakuan korban dibagikan di grup Facebook Info Depok. Dia disebutkan sebagai korban hipnotis.

Peristiwa ini masih diselidiki polisi. "Kejadian tadi pagi dapat laporan dari masyarakat, ada orang lagi berdagang, lalu datang naik motor gendut besar hitam turun ngaku dari tim, pokoknya tim pembersih yang kayak pemulung-pemulung itu loh," kata Kapolsek Sawangan AKP Rio Tobing, Jumat (12/3).

Pelaku menggeledah korban dan dagangannya. Tas pinggang berisi dompet dan telepon genggamnya disuruh lepaskan, lalu diambil pelaku yang mengenakan rompi.

Korban sempat mendapat intimidasi dari pelaku. Karena ketakutan, dia pun menuruti perintah pelaku. "Seperti intimidasi gitu. Dibilang, ’apa itu isinya? Keluarin semua?’ Pemerasan sih jatuhnya," Rio.

Mendapat informasi mengenai kejadian itu, anggota Polsek Sawangan langsung ke lokasi. Berdasarkan keterangan yang didapat, korban kehilangan uang lebih dari Rp 1 juta seperti yang beredar di media sosial. "Ya sesuai dengan yang di FB itulah. Dagangannya nggak," sambung Rio.

Namun, korban tidak mau membuat laporan resmi ke polisi."Bapaknya bilang nggak usah laporin, saya (korban) buat laporan kehilangan saja. Saya melaporkan ada kejadian begini jangan sampai ada kejadian lain di masyarakat. Bapaknya nggak mau buat laporan polisi," papar Rio.

Begitupun, polisi tetap akan mencari pelaku. Mereka sedang mengumpulkan informasi dari warga sekitar. "Mudah-mudahan kalau tertangkap kan orangnya kan baru buat laporan polisi. Kita nggak bisa memaksa dia bikin laporan polisi kan? Dia alasannya nggak mau ribet. Bikin laporan kehilangan saja," pungkasnya. [yan]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kasus Pemerasan
  3. Penipuan
  4. Depok
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini