Penjelasan Vaksinolog Soal Cara Kerja Vaksin Setelah Disuntik dalam Tubuh

Senin, 4 Januari 2021 13:53 Reporter : Wisnoe Moerti
Penjelasan Vaksinolog Soal Cara Kerja Vaksin Setelah Disuntik dalam Tubuh Ilustrasi Vaksin AstraZeneca/Oxford. ©Reuters

Merdeka.com - Vaksin Covid-19 sudah mulai didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia. Pemerintah memutuskan vaksinasi Covid-19 dimulai pekan kedua Januari 2021.

Vaksinolog dan spesialis penyakit dalam, dr. Dirga Sakti Rambe menjelaskan, komponen virus yang ada di dalam vaksin membantu tubuh untuk membentuk kekebalan terhadap penyakit. Termasuk dalam vaksin Covid-19.

"Saat vaksin Covid-19 disuntikkan, maka tubuh akan mengenali ada komponen virus yang disuntikkan ke kita. Komponen virus ya, bukan virusnya," kata dr. Dirga ketika dihubungi lewat aplikasi pesan di Jakarta. Seperti dilansir Antara, Senin (4/1).

Tubuh yang telah disuntikkan vaksin akan membentuk antibodi yang berfungsi sebagai 'pasukan' untuk melawan virus Covid-19.

Dokter yang bertugas di RS Omni Pulomas ini menambahkan, tubuh akan membentuk sel memori yang punya kemampuan mengingat sehingga pada saat setelah divaksin orang terpapar virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19, maka antibodi akan langsung diproduksi.

"Inilah keunggulan vaksin dibandingkan upaya metode pencegahan, dapat memberikan perlindungan yang sifatnya spesifik di mana antibodinya spesifik terbentuk terhadap Covid-19," tegasnya.

Dia melanjutkan, kekebalan tidak akan langsung ada ketika vaksin selesai disuntikkan. Karena kekebalan baru terbentuk 10-14 hari setelah suntikannya lengkap, di mana terkait vaksin Covid-19 membutuhkan dua dosis.

Sebelumnya, pemerintah telah merencanakan vaksinasi yang akan dilakukan selama 15 bulan dimulai pada Januari 2021 hingga Maret 2022.

Menurut rencana tersebut, gelombang pertama vaksinasi akan dilakukan dalam periode Januari-April 2021 terhadap 1,3 juta tenaga kesehatan, 17,4 juta petugas pelayanan publik, dan 21,5 juta lansia.

Gelombang kedua sendiri rencananya akan dilakukan pada April 2021-Maret 2022 dengan pemerintah menargetkan vaksinasi terhadap 181,5 juta orang. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini