Penjelasan Polri Soal Pembatasan Internet di Papua

Kamis, 22 Agustus 2019 16:03 Reporter : Merdeka
Penjelasan Polri Soal Pembatasan Internet di Papua Kombes Pol Asep Adi Saputra. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Polri kini tengah fokus memulihkan situasi di sejumlah wilayah pasca gelombang unjuk rasa yang terjadi di wilayah Papua dan Papua Barat. Sebab kini kondisi di wilayah tersebut telah mulai kondusif.

Untuk mencegah informasi hoaks, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membatasi akses data internet di sejumlah wilayah Papua dan Papua Barat. Harapannya bisa menjaga situasi keamanan.

"Kita sudah belajar dari penanganan saat adanya aksi 21-22 Mei lalu. saya kira konteksnya untuk jaga keamanan, karena ada beberapa faktor keamanan berdasarkan faktor situasi. Salah satu pertimbangan itu tidak terlepas bahwa berita-berita yang tidak benar ini kan disalurkan melalui medsos," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Kamis (22/8).

Dia menjelaskan, Kemenkominfo terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan kementerian lembaga terkait tujuannya untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Papua. Salah satu caranya mengelola manajemen komunikasi.

"Sekali lagi situasi ini udah jadi pelajaran kita ke sekian kalinya bahwa peristiwa-peristiwa itu didominasi karena adanya persepsi yang timbul dari pemberitaan medsos, itulah kemudian gimana strategi ini bisa mengurangi potensi-potensi itu," jelasnya.

Asep menambahkan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di Papua dan Papua Barat, beserta seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat, sudah bertemu. Seluruhnya bersepakat tidak akan ada lagi aksi unjuk rasa susulan.

"Mereka sepakat menjaga keutuhan dan kesatuan masyarakat yang berada di wilayah Papua Barat, sehingga dengan hal ini diharapkan kohesi sosialnya atau kebersamaannya kembali sudah akan terbangun," ujarnya.

Meski, TNI-Polri masih bersiaga di wilayah-wilayah tersebut. Personel Polri juga ditambah. Setidaknya, 12 Satuan Setingkat Kompi (SSK) disebar di wilayah Fakfak, Manokwari dan Sorong. Yang jelas, kehadiran TNI dan Polri menjamin keamanan.

"Ya kita dalam konteks pengamanan kan tak boleh underestimate, tetap dalam kondisi overestimate. Kita tetap tidak boleh meremehkan situasi yang ada. Itu penting, apabila terjadi sesuatu kita akan lebih siap," ucap dia.

"Sehingga kelompok/orang-orang tertentu yang ingin situasi tidak kondusif itu dapat tercegah," tutupnya.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini